Sita Senpi dan Minta Saksi Ahli Adalah Rekomendasi Gelar Kasus Bareskrim Polri

Img 20221208 wa0031

Tual News – Penyidikan kasus dugaan salah tembak korban Mela Zein Djunaidi Kabalmay alias Ongen Kabalmay tanggal 28 Maret 2022, di jalan Pahalawan Revolusi, Kabupaten Maluku Tenggara akhirnya semakin seksi dan menuju titik terang.

Hal ini terbukti, Karo Wassidik Bareskrim Mabes Polri dalam gelar khusus internal perkara ini bersama penyidik Polres Tual dan penyidik Polda Maluku, rabu ( 07/12/2022 ) sejak pukul 11.00 – 15.30 WIT mengeluarkan dua rekomendasi yakni meminta penyidik melakukan penyitaan barang bukti ( BB ) senjata api pistol milik BNNK Tual dan permintaan keterangan ahli serta pendalaman perkara sebelum penetapan tersangka pelaku penembakan korban Ongen Kabalmay.

Untuk diketahui berdasarkan data yang dihimpun tualnews.com, patut diduga dua senjata api pistol milik BNNK Tual yang digunakan saat operasi pada malam kejadian undercover buy tanggal 28 Maret 2022 di jalan Pahalawan Revolusi, Kecamatan Kei – Kecil, diduga surat icin penggunaan senjata api jenis  pistol PZ – 07 sudah kadaluarsa atau izin penggunaan mati sejak tahun 2020.

Padahal upaya penyitaan BB senjata api kedua pistol itu telah dilakukan penyidik Satreskrim Polres Tual, dibawah kepemimpinan Kasad Reskrim Polres Tual, IPTU Mahadewa Bayu bersama Dirreskrimum Polda Maluku sudah mendatangi langsung Kantor BNNP Maluku, pasca keluarnya surat icin penetapan penyitaan barang bukti dua senpi pistol  oleh Pengadilan Negeri Ambon.

Namun oleh Kepala BNNP Maluku, Brigjen Rohmad Nursahid meminta penyidik Polres Tual dan Dirreskrimum Polda Maluku membuat surat tertulis permintaan langsung penyitaan barang bukti kedua senpi tersebut,  tembusanya kepada BNN RI.

Atas kendala yang dialami, penyidik Satreskrim Polres Tual dan Dirreskrimum Polda Maluku telah melayangkan surat tertulis resmi tanggal 14 Juni 2022, kepada Kepala BNNK Tual dan Kepala BNNP Maluku, tembusan Kepala BNN RI, perihal penyitaan dua senpi PZ -07.

Namun Kepala BNNP Maluku tanggal 15 Juni 2022, membalas surat permintaan penyidik dengan menegaskan kalau BNNP Maluku belum dapat melayani permintaan Dirreskrimum Polda Maluku dalam penyitaan dua senpi PZ -07 tersebut.

Kepala BNNP Maluku, mengungkapkan berbagai alasan dalam surat tertulisnya tentang belum dapat memenuhi permintaan Dirreskrimum Polda Maluku untuk penyitaan dua pucuk senpi dalam perkara penganiayaan, sebab sesuai amanat UU Narkotika, perkara narkotika yang utama didahulukan.

Alasan lainya kata Kepala BNNP Maluku, kalau kedua senpi pistol PZ -07 tersebut adalah barang milik negara, sesuai pasal 50 huruf c, Undang – Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara.

Kepala BNNK Tual, Ahmad Rengiuryaan, S.Sos ketika dikonfirmasi soal dua pucuk senjata api milik BNN  PZ – 07 yang icin penggunaanya sudah kadaluarsa alias mati sejak tahun 2020 belum mau memberikan komentar.

” Mohon maaf pak wartawan, masalah ini sudah ditangani penyidik Polres Tual, misalnya ada pelanggaran – pelanggaran yang kami lakukan disana, sudah pasti katong siap untuk bertanggungjawab. Jadi kalau bisa katong tunggu saja hasil gelar perkara jua, ” Tandas Kepala BNNK Tual membalas pesan confirmasi tualnews.com via whatsaap ( WA ).

( MTN )