Tual News – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono S.E., M.M menghadiri Rakor Lintas Sektoral tentang pengamanan Idul Fitri 1444 H Tahun 2023 yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, bertempat di Rupattama Mabes Polri Jalan Trukojoyo 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2023).
Dalam sambutannya, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono S.E., M.M menegaskan TNI akan menyiapkan jajaran Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) sesuai permintaan Polri karena amanat undang-undang, TNI membantu Polri dalam kegiatan pengamanan selama periode libur lebaran Idul Fitri 1444 H.
” TNI juga menyiagakan alutsista mendukung arus mudik maupun balik, baik angkutan udara, laut dan darat, apabila nanti diperlukan mengantisipasi peningkatan masyarakat yang akan mudik”, Tegas Panglima TNI, dalam Rilis Pers Puspen TNI yang diterima tualnews.com.
Selain itu kata Yudo, TNI juga menyiagakan pasukan untuk pengamanan bandara pelabuhan dan objek vital strategis selama lebaran.
” TNI siap membantu untuk pengamanan di area-area yang strategis, ” Ujarnya.
Panglima TNI, mengaku TNI siap membantu kesediaan pangan, apabila terjadi kekurangan dan pengamanan kapal-kapal yang nantinya dalam mudik banyak menggunakan jalur laut, serta rawan terhadap terjadinya kecelakaan”, jelas Panglima TNI.
Untuk mengantisipasi banyaknya korban pada kecelakaan laut, kata Panglima TNI, penggunaan swimpes sangat membantu bila alat keselamatan lain tidak terpenuhi khususnya di daerah-daerah rawan mulai dari Madura, Sulawesi Selatan, Kaltim, Ambon dan Papua.
Sementara itu, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan untuk arus mudik Lebaran 2023 diprediksi akan terdapat lonjakan pergerakan masyarakat dibandingkan dengan tahun 2022.
” Pergerakan masyarakat pada Lebaran 2023 sebesar 45,8 persen atau 123,8 juta orang, meningkat 44,8 persen atau 38,3 juta orang dibandingkan pada lebaran 2022 sebesar 31,6 persen atau 85,5 juta orang, ” Ungkapnya
Kata Menko PMK, Panglima TNI bersama Kapolri dan Kemenhub akan segera menyusun perencanaan dan design seperti tahun sebelumnya dengan lebih detail, mencakup operasional mobil barang, jalur alternatif, rekayasa lantas, harga tiket, rest area dan SPBU.
