Tual News – Ketua IWPG, Hyun Sook Yoon, menegaskan kehadirann DPCW adalah menghentikan perang, kekerasan dan kesenjangan untuk dilenyapkan dari bumi.
Hal ini ditegaskan Ketua IWPG dalam peringatan Tahunan DPCW ke-8, tanggal 14 Maret 2024.
Dalam Rilis Pers yang diterima media ini, Selasa ( 19 /3/2024), Ketua IWPG mengakui anak-anak adalah korban perang terbesar.
” Untuk itu kami hadir memperkenalkan inisiatif perdamaian IWPG dan mendesak dukungan perdamaian tanggal 14 Maret 2024, ” Tegasnya.
Menurut Ketua International Women’s Peace Group (IWPG), Hyun Sook Yoon, IWPG berpartisipasi dalam Peringatan Tahunan ke-8 HWPL
Kata Yoon, Deklarasi Perdamaian dan Penghentian Perang (DPCW) yang diadakan di Institut Perdamaian yang berlokasi di Gapyeong-gun, Provinsi Gyeonggi.
” Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL, Ketua Man Hee Lee) telah mencanangkan 10 Pasal, 38 Klausul DPCW tahun 2016, dan sejak saat itu, IWPG dukung pelembagaannya sebagai jawaban terhadap perdamaian, ” Ungkapnya.
Menurut Yoon, acara ini mempertemukan orang-orang dari seluruh dunia dengan pola pikir damai, saling bekerja sama secara erat di bawah pengertian dan komunikasi guna menemukan cara membangun perdamaian di muka bumi.
Dalam pidato peringatannya, Ketua IWPG, Hyun Sook Yoon mengatakan saat ini banyak perang sedang terjadi di seluruh dunia, dan warga sipil yang tidak bersalah menjadi korban.
” Ditengah konflik ini, perempuan dan anak -anaklah yang paling menderita, ” Sesalnya.
Untuk itu kata Yoon, Validitas DPCW sebagai solusi mendasar terhadap perang terus dibuktikan oleh presiden, menteri, pakar hukum, dan pemimpin LSM di seluruh dunia.
Selain itu, Ketua IWPG mengakui konflik fisik dan perang harus diakhiri terlebih dahulu.
” konflik struktural dan budaya juga harus dihilangkan. Hanya dengan cara ini kita dapat benar-benar
menghapuskan diskriminasi dan kekerasan di bidang ekonomi, lingkungan hidup, pasar tenaga kerja, proses pembangunan, dan masih banyak lagi, ” Jelasnya.
Yoon berharap melalui hal ini, perdamaian berkelanjutan akan tercapai di muka bumi ini.
” Kita harus menggabungkan kekuatan untuk melembagakan DPCW
dan memperkenalkan upaya IWPG mencapai tujuan ini, ” pintanya.
Diakui, IWPG saat ini berpartisipasi dalam CSW PBB (Komisi Status Perempuan) ke-68 yang berlangsung di Markas Besar PBB di New York
mulai tanggal 8 Maret.
” Setiap tahun IWPG mengikuti acara internasional ini untuk memperkenalkan
DPCW kepada para menteri perempuan di seluruh dunia dan meletakkan peta jalan untuk mendesak kepala negara mendukung deklarasi ini, ” sebutnya.
Kata Yoon, IWPG juga berencana menjadi tuan rumah bersama acara sampingan dengan Pantai Gading, negara yang juga menandatangani MOA dengan IWPG.
” IWPG akan menjelaskan klausul utama DPCW dan memperkenalkan kasus Mindanao, Filipina, dimana DPCW sebenarnya sedang dilaksanakan, ” Ujarnya.
Selain itu, kata dia, IWPG berupaya membentuk 100 Komite Perdamaian regional pada bulan Maret untuk
memperkuat kegiatan perdamaian lokal.
” Sejak tahun 2023, IWPG telah menyediakan Pendidikan Pelatihan Pengajar Perdamaian (Peace Lecturer’s Training Education) di seluruh dunia untuk mempromosikan kebutuhan DPCW, ” Ungkapnya.
Dalam acara peringatan tersebut, HWPL menyoroti perang yang sedang berlangsung di Rusia/Ukraina dan Israel/Hamas, merupakan kebutuhan mendesak akan kerangka institusional agar mempertahankan dunia yang damai.
HWPL juga menyatakan komitmennya untuk memimpin diskusi internasional guna mendorong perkembangan perdamaian institusional yang stabil, berdasarkan saling pengertian dan komunikasi antar budaya yang berbeda.
HWPL dalam berkontribusi terhadap mitigasi konflik dan rasa saling tidak percaya berdasarkan berbagi pengetahuan spiritual melalui platform keagamaan seperti dialog perbandingan kitab suci di kantor WARP dan Akademi Perdamaian Agama Internasional.
Ia juga bekerja sama dengan Komite
Nasional UNESCO, pemerintah nasional, sekolah, dan banyak lembaga lainnya untuk menyebarkan pendidikan perdamaian yang memfasilitasi pemahaman dan komunikasi terbuka.