Tual News – Mencermati dinamika Politik di internal DPW PAN Maluku saat ini, terkait isu sekelompok kader PAN yang ingin merebut kembali kepemimpinan DPW PAN Maluku dari Ibu Widya Pratiwi selaku ketua DPW sisa masa bhakti 2020-2025, mantan Kader PAN Kabupaten Maluku Tenggara, Sandi Salamun menilai Wahid Laitupa yang saat ini menjadi Anggota DPRD Propinsi Maluku dua periode telah memiliki rekam jejak cukup panjang di PAN karena berproses dari tingkat Kecamatan sampai DPW Menjadi Ketua Partai berlambang matahari tersebut, sehingga layak memimpin PAN Maluku lima tahun mendatang.
” Laitupa wajib Pimpin DPW PAN Maluku, ” kata Sandi Salamun dalam RilisPers yang diterima media ini, Senin ( 27 / 1 / 2025 ).
Kata Salamun, Wahid Laitupa pernah menjabat Ketua DPC PAN dan Ketua DPD PAN Maluku Tengah dua Priode serta Ketua DPW PAN Maluku yang selalu berkomitmen dan bekerja keras untuk partai.
” Terbukti, selama kepemimpinan PAN, Laitupa dapat meningkatkan kursi legislatif baik di tingkat DPRD Kabupaten Malteng dan DPRD Propinsi Maluku, sehingga wajib pimpin kembali DPW PAN Maluku lima tahun kedepan, ” Pintanya.
Menurut Salamun, selama kurung Waktu 20 tahun, kursi PAN Maluku hanya 1 kursi, namun pasca kepemimpinan Laitupa sebagai ketua DPW PAN Maluku periode 2020-2025, PAN Maluku mengalami peningkatan kursi dari satu kursi menjadi 3 kursi di DPRD Propinsi Maluku.
” Beliau layak kembali pimpin DPW PAN Maluku, ” ujarnya.
Dia menjelaskan kehadiran ibu Widya Pratiwi sebagai ketua DPW PAN Maluku, semua proses tahapan Pemilu legislatif sudah disusun laitupa baik di 11 DPRD Kabupaten / kota Maluku.
” Widya Pratiwi masuk PAN Maluku sebagai Caleg DPR RI, pasca tidak di akomodir PDI Perjuangan jadi caleg nomor urut 1 dan mendapatkan nomor urut 3, sehingga memilih hengkang dari PDI Perjuangan, lalu mencalonkan diri lewat PAN dan mendapatkan nomor satu karena di akomodir Wahid Laitupa yang kalah menjadi ketua DPW PAN Maluku saat itu, ” Ungkapnya.
Namun kata Sandi, dalam perjalanan Laitupa ditendang keluar menjadi ketua DPW PAN dan diambil alih ketua DPW PAN Maluku oleh Widya Pratiwi dalam sisa massa jabatan 2020-2025, karena kekuasaan Gubernur Maluku saat itu masih dikendalikan suaminya Murad Ismail.
Menurut Salamun, Ibu Widya Pratiwi bukan kader tulen PAN yang berproses dari bawah.
” Ibu Widya diangkat jadi ketua PAN Maluku oleh Ketua Umum DPP PAN saudaraku Zulkifli Hasan, karena figur suaminya menjabat Gubernur Maluku saat itu, ” katanya.
Hal ini kata dia bila dibandingkan dengan Wahid Laitupa merupakan kader murni PAN berproses dari tingkat bawah dan memiliki segudang pengalaman.
” Saya harap dalam Muswil PAN ke 6 nanti, kepada ketua Ketua DPD PAN dan sekretaris di 11 kabupaten/ kota di Maluku benar – benar menjatuhkan pilihan kepada Kader PAN yang selama ini memiliki niat membesarkan partai, bukan orang yang hanya bernaung di partai untuk kejar kepentingan pribadinya, ” harap Salamun yang adalah salah satu Pendiri PAN di Kabupaten Maluku Tenggara sejak tahun 1999 saat PAN Baru pertama didirikan Prof.Dr. Amin Rais dan saat massa reformasi 99, baru keluar dari PAN saat kongres PAN ke V di Kendari tahun 2020, karena terjadi konflik internal partai, lalu maju sebgai sebagai Calon Anggota DPRD Malra 2024 dari Partai Persatuan Pembangun (PPP).
