Ambon, Tual News – Anggota Komisi IV DPRD Maluku Yan Zamora Noach menemukan sejumlah persoalan infrastruktur pendidikan, ketika menggelar pengawasan ( reses ) beberapa kecamatan di Kabupaten Maluku Barat Daya ( MBD ) Desember 2024 lalu.
“Saat saya ke Kabupaten MBD bertemu dengan sejumlah pihak dan melihat langsung di lapangan ternyata banyak persoalan yang saya temui,” Ujar Yan Zamora Noach kepada wartawan di Ambon , Selasa (7/1/2025)
Diakui, seiringnya zaman, kondisi pendidikan bukannya bertambah maju, melainkan memburuk.
Hal ini kata Noach, diperparah akibat tidak adanya perhatian Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya dalam menunjang sarana prasarana pendidikan SMA / SMK-sederajat.
” Seperti yang terjadi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), salah satunya di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), ” Ungkapnya.
Tak hanya itu kata dia, dari hasil reses yang dikenal dengan semboyan “Kalwedo”, ditemukan masih ada sekolah yang belum tersentuh perhatian bantuan dari pemerintah provinsi, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, seperti di Kecamatan Babar Timur, Babar Barat, bahkan di pusat ibukota Kabupaten, Moa tepatnya di SMA 9, mengalami kerusakan akibat badai tropis sejak tahun 2019.
Parahnya lagi, menurut Anggota DPRD Maluku asal MBD tersebut, SMK yang menjadi ujung tombak menyiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan dunia kerja moderen, serta bersaing dan berkontribusi dalam masyarakat juga tidak diperhatikan dengan baik.
Terlihat masih banyak SMK yang tidak dilengkapi dengan fasilitas praktek yang memadai, Noach khawatir lulusan SMK dari MBD tidak bisa didorong untuk bersaing ke dunia industri, termasuk menciptakan tenaga terampil dalam menekan angka pengangguran terbuka di Maluku yang sudah semakin tinggi.
“Dalam rapat komisi pada akhir tahun kemarin, beta sudah sampaikan untuk perlu mendapat perhatian serius terkait infrastruktur maupun semua fasilitas yang dibutuhkan semua sekolah. Hal ini kiranya mendapat perhatian Dinas Pendidikan, karena kalau tidak diperhatikan maka generasi kita tidak akan bisa bersaing dengan generasi di provinsi lainnya,” Tegasnya.
Tak hanya pendidikan, lanjut Noach, persoalan yang sama juga terjadi di beberapa bidang, seperti kesehatan masih jauh dari apa yang diharapkan di Kabupaten MBD.





