Bursel, Tual News – Selama bulan suci Ramadan 1446 H, PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) memastikan pasokan listrik aman dan terkendali, hanyalah omongan belaka.
Hal Ini disampaikan Surahman Soel Mahasiswa Asal Buru Selatan, Kecamatan Kepalamadan dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, senin ( 03 / 3 / 2025 ).
” Realita yang terjadi di PLN Ranting Waepandan telah melenceng dari hak-hak konsumen masyarakat. Kenikmatan menjelang bulan suci Ramadhan ternodai oleh pemadaman listrik yang melanda masyarakat di wilayah Kecamatan Kepalamadan seperti Desa Fogi, Batu Layar, Walbele, Sekat, dan desa desa yang ada di kecamatan itu, ” Sorotnya.
Soel mengaku, akibat pemadaman listrik PLN, umat Islam di wilayah itu yang menikmati bulan suci Ramadhan harus menggunakan genset atau lampu pelita.
” Faktanya, sudah hampir tiga minggu lebih PLN Ranting Waepandan Tidak menghargai masyarakat setempat. Umat Islam yang menjalankan ibadah puasa sholat dan sahur, lampu PLN selalu mati,” Sesalnya.
Untuk itu dirinya mendesak Kepala PLN Wilayah Maluku – Malut segera mungkin mengevaluasi kinerja Kepala PLN Ranting Waepandan, karena tidak becus menjalankan tugasnya.
” Kami masyarakat suda resah, selama bulan suci ramadhan, kami selalu pakai lampu pelita dan mesin genset,” Ujarnya.
Kata dia pemadaman listrik PLN itu tanpa ada transparansi dan pemberitahuan PLN Ranting Waepandan terkait pemadaman listrik.
” Untuk itu kami minta PLN Ranting Waepandan untuk tidak melakukan pemadaman listrik di Bulan Suci Ramadhan, ” Pintahnya.
Diakui, pemadaman listrik sudah pasti menggangu aktivitas masyarakat, terutama yang menjalankan ibadah.
” Bulan Ramadhan merupakan bulan sakral bagi umat muslim, untuk meningkatkan ibadah. Sudah sewajarnya semua pihak menjaga kondusivitas di bulan suci Ramadhan, ” harapnya.
Soel minta kalau pun harus ada pemadaman listrik, PLN Ranting Waepandan diharapkan menyampaikan pemberitahuan terlebih dahulu sehingga tidak terkesan mendadak.





