Ambon, Tual News- Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Nus Maluku mengambil langkah strategis dengan melayangkan surat resmi kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan, guna mendorong koordinasi aktif bersama Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia ( Mabes Polri ). Tujuannya, memperjuangkan penambahan kuota penerimaan calon Taruna /Taruni Akademi Kepolisian ( Akpol ) untuk Provinsi Maluku tahun 2026 dan Seterusnya.
Berdasarkan Rilis Pers yang diterima Tualnews.com, Rabu ( 14 / 5 / 2025 ), Koordinator BEM Nus Daerah Maluku Adam R. Rahantan, menyebutkan surat dengan nomor 010/BEM-MAL/V/2025 tertanggal 14 Mei 2025 tersebut juga ditembuskan kepada Gubernur Maluku, Ketua DPRD Provinsi Maluku dan Koordinator Pusat BEM Nusantara di Jakarta, sebagai bentuk sinergi dan penguatan dukungan unsur pemerintah daerah dan legislatif serta mahasiswa.

” Inisiatif ini menjadi wujud nyata dari kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan sumber daya manusia Maluku yang merata, adil, dan berdaya saing, ” Tegasnya.
Koordinator BEM Nus Daerah Maluku Adam R. Rahantan dalam keterangan resminya memgakui langkah ini dilandasi keprihatinan atas minimnya kuota penerimaan Akpol yang diberikan kepada Provinsi Maluku dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, meskipun banyak anak-anak Maluku memiliki semangat dan kompetensi, keterbatasan kuota menyebabkan mereka kehilangan kesempatan berharga untuk mengabdi sebagai anggota Polri.
Langkah ini, kata dia dinilai penting sebagai bagian dari upaya memperkuat representasi putra-putri daerah Maluku dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia, khususnya dalam jenjang pendidikan perwira Akpol.
“Sudah terlalu lama Maluku berada dalam ketertinggalan dari sisi representasi sumber daya manusia di lembaga-lembaga strategis negara, termasuk di tubuh Polri. Kami menilai perlunya afirmasi dan keberpihakan terhadap daerah-daerah kepulauan seperti Maluku, yang selama ini masih terpinggirkan dalam hal rekrutmen nasional, termasuk pendidikan kepolisian, ” ujar Rahantan.
Dia mengaku tahun lalu hanya empat orang yang lolos seleksi tingkat daerahke Akpol pusat.
” Ini tentu sangat disayangkan, mengingat potensi besar anak-anak Maluku dalam bidang akademik, fisik, dan loyalitas terhadap negara. Kita tidak kekurangan semangat, yang kurang adalah dukungan kebijakan, ” Terang Rahantan.
Dalam suratnya, BEM Nusantara Maluku Meminta Koordinasi Kapolda untuk mengajukan permohonan resmi kepada Mabes Polri melalui Asisten SDM Kapolri agar mempertimbangkan penambahan kuota Akpol untuk daerah Maluku.
” Kami percaya Bapak Kapolda punya komitmen besar terhadap kemajuan daerah ini. Kami hanya memperkuat dorongan moral dan akademik agar hal ini bisa dijadikan agenda prioritas, ” Jelasnya.
Rahantan yang juga Koordinator Bidang Pengurus Pusat BEM Nusantara, menilai lebih banyak putra-putri daerah tampil sebagai pemimpin di institusi nasional, maka langkah awalnya adalah memberi ruang masuk yang setara.
” Harapan kami sederhana, beri kesempatan yang lebih besar bagi putra-putri Maluku untuk menjadi bagian dari kekuatan negara ini. Kami percaya Maluku punya potensi besar yang belum sepenuhnya dilibatkan dalam pembangunan nasional,” Pungkas Adam.