BEM SBT Soroti Lambannya Penanganan Kasus Riat Triani oleh Polres SBT

SBT, Tualnews.com  – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendesak Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Timur  segera mengungkap secara terbuka perkembangan penyelidikan kasus kematian tragis seorang siswi MTs, Riat Triani (15), yang ditemukan tak bernyawa di Sungai Waifufa, Desa Englas, Kecamatan Bula,  Rabu, 21 Mei 2025 lalu.

Desakan ini disampaikan Koordinator BEM Nusantara Kab, Seram Bagian Timur , Hamzah Rumarubun, dalam Rilis Pers kepada Tualnews.com, Senin ( 2 / 6 / 2026 ).

Rumarubun mengakui, penemuan jasad Riat Triani, seorang pelajar kelas dua di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di wilayah tersebut, menyisakan duka mendalam ditengah masyarakat, serta menimbulkan berbagai spekulasi dan kekhawatiran soal keselamatan perempuan dan anak di Kabupaten Seram Bagian Timur.

” Jenazah korban ditemukan  warga di sekitar aliran sungai dalam kondisi tidak bernyawa, memicu laporan warga kepada pihak kepolisian dan segera direspons  aparat Polres SBT, ” Ungkapnya.

Kata Koordinator BEM Se-SBT, beberapa jam setelah penemuan, Kapolres Seram Bagian Timur sempat memberikan pernyataan kepada media lokal.

” Dalam pernyataannya, Kapolres SBT mengajak masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan proses penyelidikan sepenuhnya kepada pihak berwajib, ” Jelasnya.

Kata dia, Kapolres juga mengisyaratkan kalau pihaknya telah mengidentifikasi pelaku yang diduga terlibat dalam kasus tersebut, meski belum mengungkap detail lebih lanjut kepada publik.

” Namun, hingga memasuki pekan kedua sejak kejadian tragis tersebut, belum ada informasi resmi tambahan dari Polres Seram Bagian Timur yang menjelaskan secara rinci perkembangan kasus tersebut, termasuk status pelaku yang disebut telah ditemukan, ” Sorotnya.

Merespons situasi itu, Hamzah Rumarubun selaku Koordinator BEM Nus Se-SBT menyampaikan keresahan mahasiswa dan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari aparat penegak hukum demi menjaga kepercayaan publik.

“Kami menghargai langkah cepat yang dilakukan Polres SBT di awal kasus. Tapi kami juga menegaskan bahwa publik butuh kejelasan. Jangan ada kesan kasus ini mandek atau dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian hukum. Ini bukan sekadar angka statistik kriminal, ini menyangkut nyawa seorang anak bangsa,” ujar Hamzah

Hamzah menambahkan  kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian akan semakin kuat,  jika ada transparansi dan komunikasi aktif dari pihak berwajib, khususnya dalam kasus-kasus yang menyita perhatian publik.

“Kami bukan meragukan kinerja polisi. Kami hanya ingin agar proses ini dilakukan secara terbuka, dan setiap tahap penyelidikan diinformasikan ke publik, minimal melalui media lokal, agar tidak menimbulkan spekulasi atau keresahan lebih lanjut,” tegasnya.

Rumarubun mengaku duka dan kekhawatiran masyarakat atas
Kematian Riat Triani telah mengguncang masyarakat Bula, khususnya para orang tua yang kini merasa lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak mereka.

” Beberapa tokoh masyarakat juga menyuarakan kekhawatiran,  jika kasus ini tidak ditangani secara terbuka dan profesional, dapat menimbulkan preseden buruk dan memicu ketidakpercayaan terhadap sistem hukum yang ada, ” Katanya.

BEM Akan Terus Kawal Proses Hukum

Dalam pernyataan lebih lanjut, Hamzah Rumarubun menegaskan kalau seluruh BEM se-SBT akan mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas.

Ia juga menyatakan kesiapan mahasiswa untuk menggelar aksi damai atau diskusi publik sebagai bentuk kepedulian terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut.

” Keadilan untuk Riat Triani adalah simbol perjuangan kami untuk seluruh anak perempuan di Seram Bagian Timur. Kami tidak akan membiarkan kasus ini tenggelam. Jika perlu, kami akan bersurat ke Kapolda Maluku dan Komnas Perempuan,” tegasnya.

Dikatakan, mahasiswa berharap agar Polres Seram Bagian Timur dapat segera merilis kronologi lengkap kasus, status pelaku, serta langkah hukum yang akan diambil, agar masyarakat tidak terus bertanya-tanya.