Pasar Ngrimase Tanimbar Terbakar, Brimob Turunkan Water Canon Padamkan Kobaran Api

Img 20250823 wa0009

TANIMBAR, Tualnews.com – Kepanikan melanda warga Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sabtu (23/8/2025) dini hari, saat Pasar Ngrimase terbakar hebat sekitar pukul 02.30 WIT.

Puluhan kios sembako, lapak sayur hingga deretan penjual pakaian bekas (cakbor) hangus dilalap api.

Kobaran si jago merah baru berhasil dijinakkan empat jam kemudian, setelah Brimob Polda Maluku menurunkan mobil water canon milik Kompi 3 Batalyon C Pelopor, dibantu satu unit mobil Damkar dan dua mobil suplai air milik warga.

Img 20250823 wa0012

“Dari data yang diterima, ada kurang lebih 50 kios yang terbakar. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K.

Diduga Akibat Kompor Meledak

Kebakaran bermula dari kios milik A.M., pria 19 tahun, yang mengaku sebelumnya menyalakan kompor minyak tanah untuk membuat kopi sekitar pukul 19.00 WIT.

Sumbu kompor diturunkan, namun diduga tidak benar-benar padam.

Sekitar pukul 03.00 WIT, ledakan terdengar dari dapur kios tersebut. A.M. mendapati api sudah membesar dan segera berlari keluar untuk membangunkan tetangganya.

Sayang, api cepat menjalar lantaran bangunan kios mayoritas terbuat dari papan, kayu, dan tripleks. Ditambah angin kencang, api semakin sulit dikendalikan.

Polisi Amankan Pemilik Kios

Situasi di lokasi sempat memanas. Warga pasar yang marah hampir menghakimi A.M. karena dianggap penyebab kebakaran.

Untuk menghindari amukan massa, pemuda itu kini diamankan di Mako Polsek Tanimbar.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Sejumlah saksi sudah diperiksa untuk memastikan penyebab pasti kebakaran,” tambah Rositah.

Warga Terguncang, Pedagang Rugi Besar

Pantauan di lapangan, para pedagang hanya bisa pasrah menyaksikan kios dan dagangan mereka menjadi abu. Banyak barang dagangan yang tak sempat diselamatkan karena kobaran api terlalu cepat membesar.

Hingga siang hari, petugas bersama aparat kepolisian masih melakukan pendataan kerugian.

Sementara itu, ratusan warga tampak memadati lokasi kebakaran, sebagian masih terisak menyaksikan sumber mata pencaharian mereka lenyap dalam sekejap.