Piala Raja Rat Waer Ohoitel 2025: Warisan Keteladanan, Solidaritas, dan Semangat Membangun Generasi Muda

Img 20250807 wa0006 scaled

Banda Ely,  Tualnews.com – Ditengah semarak kemerdekaan RI ke-80, gema sportivitas dan semangat kebersamaan kembali menggema di Banda Ely, Kecamatan Kei Besar Utara Kabupaten Maluku Tenggara melalui Turnamen Futsal Piala Raja Rat Waer Ohoitel 2025.

Namun, ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga. Ia adalah panggung warisan nilai tentang keteladanan, solidaritas, dan gairah membangun generasi muda yang mengakar dalam sejarah dua tokoh teladan, yakni almarhum  Haji Langgawar Latar dan almarhum Ajamudin Kubangun.

Keduanya bukan hanya dikenang, tapi dihidupkan kembali melalui semangat acara ini.

Pada perayaan HUT RI ke-79 tahun lalu, almarhum Haji Langgawar Latar hadir sebagai figur ayah dan pengayom.

Ia tidak hanya mendukung penuh lomba futsal tingkat SD yang digagas pemuda, tetapi juga turun langsung sebagai komentator yang penuh canda dan kehangatan, menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan bagi anak-anak.

Kehadirannya memberi pesan kuat, kalau pemuda dan anak-anak adalah investasi terbaik masa depan desa.

Sementara itu, sosok almarhum Ajamudin Kubangun dikenang sebagai pemersatu, motor penggerak solidaritas dan gotong royong di tengah masyarakat.

Warisan ajarannya tentang pentingnya kebersamaan menjadi jiwa yang menghidupi turnamen tahun ini.

Karena itu, Piala Raja 2025 dipersembahkan khusus untuk menghormati dan melanjutkan semangat beliau.

Turut memperkuat nilai simbolik dari ajang ini adalah keterlibatan langsung Pangeran Banda Ely, Iwan Alimidin Latar.

Tak hanya memfasilitasi kegiatan, beliau pula yang menyerahkan langsung piala kepada panitia.

Menurutnya, turnamen ini adalah “simbol keberlanjutan nilai-nilai luhur” yang perlu terus dijaga oleh generasi muda Banda Ely sebagai tongkat estafet peradaban desa.

Tak kalah penting, dukungan dari Penjabat Kepala Desa Banda Ely,  Sindang Salamun, menjadi energi penggerak lainnya.

Ia secara aktif menggandeng pemuda dalam setiap perayaan 17 Agustus, menumbuhkan iklim kolaboratif yang sehat antara pemerintah desa dan pemuda.

“Pemuda Banda Ely tidak pernah kehabisan energi. Setiap kali mereka bergerak, kami ikut bergerak. Inilah kekuatan yang harus terus kita jaga bersama,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan pemuda, Turnamen Piala Raja Rat Waer Ohoitel 2025 tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi simbol kebangkitan bahwa membangun desa dimulai dari semangat, kekompakan, dan penghargaan terhadap warisan nilai para pendahulu.

Olahraga, dalam bingkai ini, bukan tentang menang atau kalah. Ia tentang membentuk karakter, menumbuhkan semangat, dan memperkuat persatuan.

Banda Ely, sekali lagi, memberi contoh bagaimana desa bisa menjadi pusat nilai, bukan hanya lokasi kegiatan.