Gunung Botak, Jejak Sakral Kapitan Baman Tausia yang Dijaga Hingga Kini

Img 20250922 wa00101

Buru, Tualnews.com- Gunung Botak di Pulau Buru bukan sekadar kawasan alam biasa.

Bagi masyarakat adat, gunung ini menyimpan nilai historis dan kultural yang tinggi. Di sinilah jejak sakral Kapitan Baman Tausia, seorang pemimpin perang legendaris masih terpatri, berupa tapak kaki yang hingga kini dijaga ketat oleh tujuh kepala soa Waelata.

Berdasarkan pengakuan tokoh masyarakat setempat, Amos Besan, sejarah mencatat, Gunung Botak menjadi saksi medan peperangan besar yang dituntaskan oleh Kapitan Baman Tausia berabad-abad silam.

” Sejak saat itu, wilayah ini diwariskan untuk dijaga oleh para kepala soa, kepala adat, serta anak-cucu keturunan sang kapitan, ” Ungkapnya.

Kata dia, dalam perjalanan waktu, memang ada sebagian wilayah di sekitar Gunung Botak yang diizinkan untuk dipakai pihak lain.

Misalnya, pemberian ketel Anhoni kepada Raja Kaiyeli Mansur Wael (generasi ke-17 Hinolong Baman) atau hak berburu (broho/tapa) kepada keluarga dari generasi ke-16 Hinolong Baman.

Namun, menurut Amos, tokoh adat menegaskan, pemberian itu hanyalah sebatas izin pakai, bukan hak milik.

” Hal ini sesuai amanat Kapitan Baman Tausia kepada generasi pertama Hinolong Baman: tanah dan hutan di Gunung Botak adalah warisan bersama, yang boleh dimanfaatkan oleh semua anak-cucu masyarakat adat, tetapi tetap diatur oleh Hinolong Baman dan hanya atas izin ahli waris keturunannya, ” Tegasnya.

Dengan demikian, kata Amos Gunung Botak bukan sekadar sumber daya alam, melainkan simbol persatuan, warisan leluhur, dan bukti hidup bahwa adat serta sejarah masih menjadi penyangga identitas masyarakat Pulau Buru.

( Erwin Olong)