Festival Pesona Meti Kei: Sepenggal Surga Yang Terus Menyala dari Ujung Timur Nusantara

Img 20251027 wa0009

Festival Pesona Meti Kei: Sepenggal Surga Yang Terus Menyala dari Ujung Timur Nusantara

Oleh   : Ir Petrus Beruatwarin, M.Si

Kabupaten Maluku Tenggara yang dikenal dengan julukan ” The Most Popular Hidden Paradise atau Surga Tersembunyi Terpopuler ” atau juga sering disebut sebagai Sepenggal Surga Yang Jatuh ke Bumi bukanlah sebuah ungkapan kosong tetapi betul – betul ada dan nyata.

Kabupaten Maluku Tenggara memiliki hampir 100 obyek wisata dan daya tarik wisata baik alam, pantai, pesisir, laut, budaya dan relegi menunjukan eksotisme sehingga banyak wisatawan yang berkunjung menyebut sebagai ” surga pantai dunia ” yang telah dan akan terus dikagumi oleh semua wisatawan yang berkunjung.

Ajang Festival Pesona Meti Kei ( FPMK ) merupakan upaya Pemerintah Daerah Maluku Tenggara untuk mengangkat citra destinasi dan menampilkan semua potensi wisata dan budaya yang dimiliki sehingga menarik wisatawan dan akan lama waktu tinggalnya ( Length of stay ) di Maluku Tenggara.

Kegiatan tahunan ini dimulai dari  Pemerintah Daerah sebagai konsukwensi ditetapkan sector pariwisata sebagai ” Leading Sector “.

Bupati Maluku Tenggara, menyiapkan konsep dan melakukan komunikasi dengan berbagai pihak dan setelah mendapat dukungan DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta dukungan Pemerintah Provinsi Maluku, maka Tahun 2016 dilakukan FPMK pertama yang dipusatkan di Ngur bloat dan dibuka Menteri Dalam Negeri.

Pelaksanaan kegiatan ini setiap bulan oktober, kegiatan FPMK dibunyikan bermula oleh mahasiswa evav pada beberapa kota di Indonesia secara serentak, antara lain Jakarta ( bundara HI ), Bandung, Jokja, Surabaya, Makassar, Ambon dan lain – lain.

Salah satu kegiatan FPMK yang spektakuler adalah penangkapan ikan secara tradisional atau dikenal luas masyarakat Kei dengan “‘ Wer Warat ” dimana pada saat itu para pengunjung akan menyaksikan bagaimana masyarakat menangkap ikan secara bersama – sama dalam suasana keakraban dan kekeluargaan.

Selain itu, secara lokal ada juga timba laur, van kurkurat, lomba dragon boat. tangkap tabob dll.

Event FPMK telah ditetapkan oleh Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Calendar of Event ( CoO ), Oleh karena itu, event ini harus dibuat Sustainable dengan menerapkan pengelolaan Pre Event, On Event dan Post Event sehingga penyelenggaraan event ini benar – berkualitas dan tidak asal – asalan serta memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi kerakyatan dan UMKM.

Akhirnya saya menyampaikan Selamat dan Sukses atas terlaksananya event FPMK Tahun 2025.

Semoga event ini dapat dijual oleh biro perjalanan dan Media agar dapat memberikan dampak positif bagi meningkatnya tingkat kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun domistik untuk kemaslahatan masyarakat maluku tenggara.

Penulis adalah Ketua Umum FPMK pertama, Tahun 2016 dan
Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, 2008 – 2018.