Mayat Perempuan Misterius Ditemukan di Pantai Nerong Baru, Polisi Lakukan Penyelidikan

Warga desa nerong baru, kecamatan kei besar selatan, kabupaten maluku tenggara, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di pesisir pantai pada minggu pagi, 5 januari 2026.
Warga Desa Nerong Baru, Kecamatan Kei Besar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di pesisir pantai pada Minggu pagi, 5 Januari 2026.

MALUKU TENGGARA, Tualnews.com  – Warga Desa Nerong Baru, Kecamatan Kei Besar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di pesisir pantai pada Minggu pagi, 4 Januari 2026.

Hingga kini, identitas korban belum diketahui dan aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 WIT oleh seorang warga setempat, Moktar Ngilitubun (40), yang saat itu hendak ke pantai.

Saksi mengaku melihat tubuh korban tergeletak di pasir pantai dengan jarak sekitar 10 meter dari posisinya berdiri.

“Setelah melihat mayat, saksi langsung kembali ke kampung dan memberitahukan kepada warga lainnya,” ungkap sumber kepolisian.

Tak lama kemudian, informasi penemuan mayat tersebut diteruskan ke aparat keamanan.

Pada pukul 09.31 WIT, anggota TNI, Kopda Idul Rajab, menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek Kei Besar Selatan, IPTU W. Pelmelay, bersama personel langsung berkoordinasi dengan tenaga medis UPTD Puskesmas Larat.

Sekitar pukul 11. 15 wit, aparat kepolisian, tenaga medis, tni, dan masyarakat tiba di lokasi kejadian dan melakukan evakuasi jenazah.
Sekitar Pukul 11.15 Wit, Aparat Kepolisian, Tenaga Medis, Tni, Dan Masyarakat Tiba Di Lokasi Kejadian Dan Melakukan Evakuasi Jenazah.

Sekitar pukul 11.15 WIT, aparat kepolisian, tenaga medis, TNI, dan masyarakat tiba di lokasi kejadian dan melakukan evakuasi jenazah.

Pemeriksaan awal dilakukan oleh dr. Asah Indo dari UPTD Puskesmas Larat.

Dari hasil pemeriksaan medis awal, korban dipastikan berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia 35 hingga 40 tahun dan tinggi badan sekitar 155 sentimeter.

Korban berkulit coklat atau sawo matang, berambut lurus, serta mengenakan sejumlah aksesoris dan pakaian, di antaranya cincin di jari manis tangan kanan, kalung manik-manik berwarna biru, serta penjepit rambut hitam.

Korban juga mengenakan baju dalam berwarna hijau bermotif bunga coklat tua, baju luar hitam bermotif bunga pada lengan, serta celana biru muda dengan lis merah di bagian paha samping.

Hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan identitas korban maupun tanda pasti penyebab kematian. Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan berkoordinasi dengan pihak medis untuk pemeriksaan lanjutan.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dan membuka ruang bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk melapor,” ujar aparat setempat.