UPP III Dobo Matangkan Persiapan Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Yos Sudarso 

Kepala UPP Kelas III Dobo, Ruswan Wasurwut
Kepala UPP Kelas III Dobo, Ruswan Wasurwut

Dobo, Tualnews.com – Menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Dobo memastikan kesiapan penuh operasional di Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru.

Kepala UPP Kelas III Dobo, Ruswan Wasurwut, menegaskan,  berbagai langkah teknis dan koordinatif telah dimatangkan guna mengantisipasi lonjakan penumpang tahunan yang diprediksi meningkat signifikan.

Menurut Ruswan, fasilitas pelabuhan yang telah rampung dibangun,  kini memasuki tahap akhir pemeliharaan dan siap difungsikan optimal selama masa angkutan Lebaran.

“Kami memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi siap pakai untuk mendukung kelancaran operasional kapal,” ujarnya.

Kata Ruswan, secara infrastruktur, pelabuhan ini memiliki dermaga sepanjang 365 meter serta trestle 55 meter dengan lebar 12 meter.

” Kapasitas tersebut memungkinkan sandar kapal hingga 1.500 GT dengan panjang sekitar 155 meter, ” Ungkapnya.

Kesiapan ini, kata Ruswan,  menjadi krusial mengingat Dobo merupakan simpul transportasi laut vital di wilayah selatan Maluku.

Sementara kata dia, dari sisi armada, terdapat 10 unit kapal yang melayani rute keluar-masuk Dobo, terdiri dari 4 kapal PSO (Public Service Obligation), 6 kapal sabuk, serta 1 armada ASDP.

” Salah satu kapal penumpang yang rutin bersandar adalah KM Sirimau, dikenal sebagai tulang punggung konektivitas laut di kawasan timur Indonesia, ” Jelasnya.

Dia mengaku, meski masih menunggu surat edaran resmi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait penetapan posko dan pola operasi angkutan Lebaran, UPP Kelas III Dobo telah bergerak lebih awal.

” Koordinasi lintas sektor dilakukan bersama aparat keamanan, pemerintah daerah, serta para operator kapal guna memastikan pelayanan terpadu berjalan efektif, ” Terangnya.

Ruswan menjelaskan, pengamanan sisi darat menjadi perhatian utama, termasuk penataan arus masuk-keluar penumpang, pengaturan kendaraan, hingga sterilisasi area sandar kapal disiapkan secara detail.

” Penambahan personel pengamanan juga masuk dalam skenario pengendalian situasi puncak arus mudik, ” Katanya.

Tak hanya itu, langkah antisipatif seperti penyediaan kapal cadangan dan kemungkinan deviasi kapal perintis telah dipetakan,  jika terjadi lonjakan penumpang di luar proyeksi.

Edukasi kepada masyarakat tentang jadwal keberangkatan, alur pelayanan, serta pentingnya membeli tiket resmi juga terus digencarkan melalui berbagai kanal informasi.
Ruswan optimistis, dengan sinergi infrastruktur, armada, dan koordinasi lintas instansi, angkutan Lebaran 2026 di Dobo akan berjalan aman dan tertib.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat Kepulauan Aru dapat melakukan perjalanan dengan nyaman dan selamat,” tegasnya.