Dua Kapal Perang Karya Anak Bangsa Tiba di Tual, Perkuat Pertahanan Laut Timur

TUAL, Tualnews.com – Dua kapal perang kebanggaan Indonesia, KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874, resmi bersandar di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Tual, Sabtu (28/2/2026).

Kedatangan armada tempur TNI Angkatan Laut ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari Operasi Trisila 26 yang berfokus pada penguatan potensi maritim,  sekaligus aksi sosial kemasyarakatan di kawasan timur Indonesia.

Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, bersama unsur Forkopimda Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, menyambut langsung kedatangan dua kapal perang karya anak bangsa tersebut.

Momen ini menjadi sejarah tersendiri bagi Kota Tual, karena untuk pertama kalinya KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874 singgah di wilayah tersebut.

Pemerintah Kota Tual  menyerahkan cenderamata balasan dalam acara buka puasa bersama yang berlangsung di rumah dinas Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, dalam suasana penuh keakraban antara TNI AL dan jajaran pemerintah daerah.
Pemerintah Kota Tual  menyerahkan cenderamata balasan dalam acara buka puasa bersama yang berlangsung di rumah dinas Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, dalam suasana penuh keakraban antara TNI AL dan jajaran pemerintah daerah.

Dalam seremoni penyambutan, penyerahan cenderamata dilakukan oleh Dansatgas Operasi Trisila 26, Laksma TNI Andri Kristianto, M.Hanla., melalui Wadan Satgas Kolonel Laut (P) Son Haji Hariyoko, M.Tr. Hanla., M.M., kepada Pemerintah Kota Tual.

Pemerintah Kota Tual kemudian menyerahkan cenderamata balasan dalam acara buka puasa bersama yang berlangsung di rumah dinas Wakil Wali Kota, dalam suasana penuh keakraban antara TNI AL dan jajaran pemerintah daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih dan selamat datang di Kota Tual. Ini kebanggaan bagi kami karena kapal-kapal ini adalah karya anak bangsa yang menunjukkan kemajuan teknologi dan profesionalisme TNI Angkatan Laut,” ujar Amir Rumra.

Rumra menegaskan,  laut bukan hanya ruang ekonomi, tetapi bagian vital dari sistem pertahanan nasional.

Kehadiran dua KRI tersebut, menurutnya, menjadi penguat stabilitas keamanan di wilayah kepulauan, termasuk kawasan strategis seperti Blok Marsela yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki kepentingan geopolitik nasional.

Tak hanya berfungsi sebagai kekuatan tempur, KRI Balongan-908 dan KRI Dorang-874 juga memiliki peran strategis dalam mendukung operasi laut non-tempur.

Mulai dari dukungan logistik, pengisian air bersih dan bahan bakar, hingga pengamanan jalur pelayaran yang sangat vital bagi aktivitas nelayan lokal.

Kehadiran armada TNI AL di perairan Tual dinilai memberi rasa aman bagi kapal-kapal nelayan, termasuk nelayan tradisional yang menggantungkan hidupnya pada laut.

Stabilitas keamanan laut menjadi faktor penting dalam menjaga denyut ekonomi masyarakat pesisir.

Amir Rumra berharap kunjungan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi menjadi momentum mempererat sinergi antara TNI AL dan Pemerintah Kota Tual, sekaligus menegaskan peran strategis Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut di tengah dinamika geopolitik global yang terus bergerak.

Operasi Trisila 26 sendiri menjadi bukti bahwa kekuatan laut Indonesia bukan hanya simbol pertahanan, tetapi juga instrumen kehadiran negara di wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.