Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Intan Jaya

Warinussy mengakui berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Senin, 22 Juni 2026, sekitar pukul 06.00 WIT, ketika terjadi ledakan yang mengakibatkan seorang warga sipil bernama Makelon Maju mengalami luka berat.
Warinussy mengakui berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Senin, 22 Juni 2026, sekitar pukul 06.00 WIT, ketika terjadi ledakan yang mengakibatkan seorang warga sipil bernama Makelon Maju mengalami luka berat.

Manokwari, Tualnews.com-  Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (Human Rights Defender/HRD), Yan Christian Warinussy  mendesak  segera dilakukan investigasi independen, menyeluruh, dan transparan terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM)  berat di Kampung Halaman, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Desakan ini disampaikan karena terdapat dugaan kuat telah terjadi tindakan yang mengarah pada kejahatan terhadap kemanusiaan (crime against humanity), berupa serangan terhadap warga sipil di wilayah tersebut.

Dalam keterangan tertulis yang diterima media ini Rabu ( 24 / 6 ), Warinussy mengakui berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Senin, 22 Juni 2026, sekitar pukul 06.00 WIT, ketika terjadi ledakan yang mengakibatkan seorang warga sipil bernama Makelon Maju mengalami luka berat.

” Informasi yang beredar menyebutkan ledakan tersebut diduga berasal dari bom yang dijatuhkan oleh pesawat militer. Namun demikian, untuk memastikan fakta dan pertanggungjawaban hukum, diperlukan penyelidikan yang profesional, independen, dan berbasis bukti oleh lembaga yang berwenang, ” Ungkapnya.

Atas dasar penghormatan terhadap hukum dan hak asasi manusia, Warinussy mendesak pemerintah, khususnya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memastikan perlindungan terhadap warga sipil serta menjamin adanya proses penegakan hukum yang adil, transparan, dan akuntabel atas setiap dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah Papua.

” Saya juga meminta agar lembaga-lembaga terkait, termasuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, segera melakukan pemantauan dan investigasi lapangan guna mengungkap fakta yang sebenarnya, memberikan keadilan bagi korban, serta mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang, ” Pintahnya.

Dia menegaskan penegakan hukum, perlindungan hak asasi manusia, dan keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan operasi keamanan di Papua.

Setiap dugaan pelanggaran HAM harus ditangani secara serius sesuai dengan prinsip negara hukum dan standar HAM internasional.

“Keadilan bagi korban dan pengungkapan kebenaran merupakan fondasi utama bagi terciptanya perdamaian yang bermartabat dan berkelanjutan di Papua, ” Pungkas Warinussy.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi oleh pihak terkait yang berwenang atas kejadian ini.