Perempuan GPM Harus Cerdas, Jadi Teladan Generasi Emas Maluku 

Img 20240524 wa0019

Tual News – ” Perempuan GPM harus cerdas dan dapat menampakan keteladan bagi generasi emas Maluku kedepan. Jadi saya minta perempuan GPM sebagai role model umat yang berhikmat dan takut Allah,”pintah pendeta Ice Telusa pada kebaktian syukur perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 56 wadah pelayanan perempuan Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat GPM Tual di Gedung Gereja Maranatha, Kamis malam (23/5/2024).

Kebaktian HUT, dengan mengusung tema, Perempuan Bersyukur dan Cerdas Mendidik dalam Semangat Kemitraan,  dipimpin Pendeta Ice Telusa, juga dihadiri kaum perempuan dan laki-laki Jemaat GPM Tual.

“Cikal bakal perempuan jadi cerdas bertumbuh dan menjadi berkapasitas berintegritas, inovatif serta memiliki semangat untuk bermitra adalah ketika perempuan memiliki hikmat Allah,” Tegas pendeta Telusa dalam khotbah, seperti dikutip tualnews.com, dari Info Publik.

Pendeta Telusa menegaskan, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia.

” Artinya, pendidikan adalah sebuah proses perubahan dari yang tidak baik menjadi baik, dan tidak tahu menjadi tahu, ” Ujarnya.

Menurut Pendeta Telusa, pendidikan adalah sebuah perubahan yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga, persekutuan jemaat dan masyarakat.

” Orang tua bertanggungjawab untuk membina dan mendidik anak-anak. Tidak hanya diserahkan kepada ibu melainkan harus jadi tanggungjawab ibu dan bapak, ” pintanya untuk kedua kalinya.

Kata dia, setiap orang tua harus mengingatkan anak-anak, agar mereka memiliki sikap hidup, karakter, perilaku dan teladan hidup dalam menghadapi orang-orang yang hidupnya jauh dari Tuhan.

Pendeta Telusa mengingatkan umat agar tidak mengandalkan kekuatan dan kepintaran manusia saat mendidik anak-anak.

“ Ibu dan bapak harus mengandalkan hikmat Tuhan saat mendidik anak-anak. Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan,”pesan Pendeta Telusa.

Pendeta berharap, perempuan dan laki-laki GPM harus bermitra untuk terus memastikan generasi emas gereja memiliki karakter kristen yang takut Tuhan serta selalu mengandalkan hikmat Tuhan.

Hadir dan memberikan arahan, Ketua Majelis Jemaat GPM Tual, Pendeta Nus Latumahina.

Pendeta Latumahina mengatakan, seharusnya perayaan HUT pelayanan perempuan dilaksanakan 5 Mei 2024, namun ditunda karena bersamaan  program kegiatan pelayanan lain.

“Seiringan bersamaan dengan kegiatan pelayanan yang lain,sehingga kebaktian syukur HUT wadah pelayanan perempuan GPM Tual ditunda. Kita bersyukur,malam ini bisa dilaksanakan,” imbuhnya.

Pendeta Latumahina minta perempuan GPM harus cerdas dan terus berpacu maju di tengah tantangan zaman.

” Saya minta perempuan GPM harus cerdas intelektual, emosional, praktikal dan sosial, karena ini adalah modal unggul untuk mentransfomasi gereja dan masyarakat, ” pintanya.

Kata Pendeta, hal itu dilakukan, untuk memperkuat skill edukatif di ruang domestik dan publik.

” Area pivate dan pubik, gereja dan masyarakat, agar terbangun generasi emas unggul intelektual, spiritual dan praktikal. Jadilah perempuan – perempuan yang takut Tuhan untuk dipakai sebagai tiang doa  kehidupan pribadi, rumah tangga dan persekutuan, ”pesan Pendeta Nus Latumahina.