Langgur, Tual News- Salah tokoh masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara yang juga Calon Bupati Malra tahun 2024, Djamaludin Koedoeboen, dalam Rilis Pers kepada media ini, Rabu pagi ( 25 / 12 / 2024 ) mengungkapkan saat ini pihaknya sedang mendalami berbagai kasus dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme ( KKN ) di Kabupaten Maluku Tenggara yang diduga melibatkan oknum anggota DPRD Malra.
” Kami sedang dalami dan kejar kasus dugaan proyek fiktif, dikerjakan oknum Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, ” Ungkapnya.
Termasuk kata Koedoeboen, dugaan KKN proyek lainya dan penggunaan ijazah palsu perhelatan politik beberapa waktu lalu.
” Kami juga sedang telusuri dan sudah kantongi data – data, ada oknum – oknum Anggota DPRD Malra tertentu mengendalikan pencairan dana desa ( DD ) pada beberapa ohoi, serta berusaha mempertahankan yang bersangkutan di Ohoi untuk tetap menjadi Pejabat Kepala Desa / Ohoi, ” Jelasnya.
Koedoeboen menegaskan, setelah semua data dan dokumen dikumpulkan, pihaknya siap mendorong berbagai kasus tersebut kepada aparat hukum, untuk proses penegakan hukum.
” Kami tetap serius soal ini, karena kami juga temukan beberapa oknum Anggota DPRD Kabupaten Malra memiliki rumah mentereng sekelas pejabat negara yakni Menteri. Pertanyaannya, punya gaji berapa ?, memiliki usaha dan bisnis apa serta dimana ?, ” Tanya Koedoeboen.
Namun sangat disayangkan, Koedoeboen belum menyebut nama beberapa oknum Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara tersebut.




