Diduga Pokir Amir Rumra 2019 Buat Plafon Sunda pvc Masjid Nurul Watan Rumoin, Kur Selatan Fiktif 

Tual News- Patut diduga bantuan dana aspirasi ( Pokir) Anggota DPRD Provinsi Maluku asal Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ), Hi. Amir Rumra untuk pembuatan plafon sunda pvc Masjid Nurul Watan, di Ohoi / Finua Rumoin, Kecamatan Kur Selatan, Kota Tual, Provinsi Maluku tahun 2019 fiktif alias disalahgunakan.

Penjabat Ohoi /  Finua Rumoin, Supratman Boiratan dalam wawancara bersama media ini via telepon selulernya, minggu ( 20 / 4 / 2025 ) mengakui bantuan untuk pembuatan plafon sunda pvc di Masjid Rumoin fiktif.

” Benar, Bantuan Bapak Hi. Amir Rumra dari dana Pokir tahun 2019 untuk pembuatan plafon sunda pvc Masjid Nurul Watan Finua Rumoin fiktif dan tidak ada hingga saat ini, ” Ungkapnya.

Ini bukti Masjid Nurul Watan Finua Rumoin, Kecamatan Kur Selatan, Kota Tual yang masih menggunakan plafon biasa
Ini bukti Masjid Nurul Watan Finua Rumoin, Kecamatan Kur Selatan, Kota Tual yang masih menggunakan plafon biasa. ( Foto – dok Finua Rumoin)

Menurut Boiratan, panitia pembangunan Masjid Nurul Watan Finua Rumoin yang harus bertanggung jawab, karena hingga saat ini tidak ada plafon sunda pvc di Masjid.

Diakui, tahun 2019 panitia pembangunan Masjid Nurul Watan Finua Rumoin mengajukan proposal kepada Anggota DPRD Propinsi Maluku, Amir Rumra yang saat ini menjabat Wakil Walikota Tual.

” Sesuai informasi yang diperoleh, bantuan dana Pokir dari Amir Rumra untuk pembangunan Masjid Nurul Watan Finua Rumoin tahun anggaran 2019 sebesar 100 juta. Namun baru diluncurkan Rp 75 juta untuk pembuatan plafon sunda pvc kepada panitia, belakangan masyarakat terus pertanyakan bantuan itu, sebab tidak ada plafon sunda pvc di Masjid Nurul Watan Finua Rumoin, sampai saat ini,  ” Terangnya.

Dia menuding ketua panitia pembangunan Masjid Nurul Watan, Datu Boiratan dan Bendahara Abdul Malik Riadi Boiratan telah menggelapkan dana bantuan pokir dari Hi. Amir Rumra untuk pembangunan Masjid Nurul Watan Finua Rumoin.

” Hingga saat ini tidak ada plafon sunda pvc di Masjid Nurul Watan Finua Rumoin ” katanya.

Menyoal plafon biasa yang ada di Masjid saat ini, Pj.Rumoin mengaku itu adalah plafon lama Masjid yang sudah usang, dan terpasang sejak Masjid dibangun awal.

Boiratan menjelaskan keramik granit Masjid 200 dos dibeli  menggunakan dana desa ( DD) tahun 2019,  saat dijabat Pj. Rumoin, Muner Ufer dan bantuan 50 zak semen dari Anggota DPRD Kota Tual, Sulaiman Letsoin yang saat ini menjabat Anggota DPRD Provinsi Maluku, termasuk swadaya umat satu, dua zak semen.

”  Saya waktu itu belum jadi Pejabat, baru dari Sorong Papua dan sebagai tukang ikut kerja Masjid Nurul Watan Finua Rumoin, tidak ada kerja plafon sunda pvc yang adalah bantuan dana pokir Amir Rumra, ” Jelasnya.

Boiratan mengatakan saat Amir Rumra, sebagai calon Wakil Walikota Tual melakukan kampanye pilkada 2024 dan masuk sholat di Masjid Nurul Watan Finua Rumoin, sempat  mempertanyakan plafon sunda pvc di Masjid yang belum terpasang dan semuanya diam serta tidak bisa menjawab.

” Kami akan segera buat laporan polisi ( LP )  terkait bantuan pokir Hi. Amir Rumra untuk Masjid Nurul Watan Finua Rumoin yang fiktif dan diduga disalahgunakan panitia, ” Tegas Pj. Finua Rumoin.

Sementara itu Ketua panitia pembangunan Masjid Nurul Watan Finua Rumoin, Datu Boiratan yang juga Mantan Sekretaris Desa saat dikonfirmasi media ini via whatsaap, Sabtu  malam ( 19 / 4 / 2025 ) membantah keras tudingan yang disampaikan Pj. Finua Rumoin.

” Malam pak, bilang dia silakan melapor terkait dana aspirasi 75 juta itu. Saya
punya bukti pembelanjaan semua di Toko Neira. Bukti lapangan jelas, dia siapkan dia punya bukti, kalau tidak ada saya tuntut balik itu, ” Tegas Datu Boiratan dalam membalas pesan konfirmasi media ini.