Ambon, Tualnews.com- Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) Se-Kabupaten Seram Bagian Timur. memberikan apresiasi kepada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) II Maluku atas respons cepat dan sigap dalam menangani kerusakan oprit Jembatan Wai Kian di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Kerusakan yang terjadi pasca hujan deras beberapa waktu lalu langsung ditindaklanjuti Satker PJN II dengan langkah penanganan darurat di lapangan.
Koordinator BEM Se-SBT Hamzah Rumarubun, dalam Rilis Pers kepada Tualnews.com, Kamis ( 22 / 5 / 2025 )mengakui tindakan cepat yang diambil Satker PJN II membuktikan adanya kepedulian dan tanggung jawab nyata terhadap keselamatan serta mobilitas masyarakat di daerah terdampak.
“Kami sangat mengapresiasi langkah taktis Satker PJN II Maluku yang langsung turun ke lapangan dan mengambil tindakan cepat terhadap kerusakan oprit Jembatan Wai Kian. Ini adalah bentuk pelayanan publik yang profesional dan patut diteladani,” ungkapnya.
Dikatakan, Jembatan Wai Kian merupakan infrastruktur penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Seram Bagian Timur.
” Ketika oprit jembatan mengalami kerusakan, akses transportasi masyarakat terganggu, termasuk untuk distribusi logistik, layanan kesehatan, pendidikan, dan kegiatan ekonomi, ” Ujarny.
Oleh karena itu, kata dia penanganan cepat oleh Satker PJN II tidak hanya menyelamatkan infrastruktur, tetapi juga menjaga stabilitas aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurut Rumarubun, penanganan cepat seperti ini tidak boleh menjadi peristiwa yang langka, melainkan harus menjadi standar kerja di seluruh proyek jalan dan jembatan di Maluku.
” Kami berharap koordinasi antara Satker PJN II, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat terus diperkuat demi percepatan pemulihan infrastruktur yang terdampak cuaca ekstrem, ” Harapnya.
Dirinya mengaku, Satker PJN II bekerja dengan koordinasi yang baik, progresif, dan bertanggung jawab.
” Kami ingin menyampaikan terima kasih atas komitmen mereka menjaga konektivitas wilayah, ” Salutnya.
Namun demikian, BEM Maluku juga mendorong agar langkah tanggap darurat tersebut diikuti dengan upaya penanganan jangka panjang. Dalam hal ini, perlu dilakukan penguatan struktur oprit, peningkatan kualitas drainase, dan desain konstruksi adaptif terhadap kondisi iklim ekstrim yang sering melanda kawasan Maluku.
BEM Maluku juga menyerukan peran aktif Pemuda, Mahasiswa, masyarakat dalam menjaga fasilitas infrastruktur dan melaporkan dengan cepat apabila terjadi kerusakan.
Partisipasi publik, kata dia merupakan bagian penting dalam memperkuat pelayanan infrastruktur yang tanggap, transparan, dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, Rumarubun menyampaikan harapan agar Satker PJN II Maluku terus mempertahankan integritas dan kecepatan dalam bekerja untuk kemajuan Infrastruktur di Maluku