Nur Aida dan Elly Toisuta Tunjukkan Kepemimpinan Humanis Bangun  Ambon Manise

Ambon, Tualnews.com —
Dalam lanskap pembangunan Kota Ambon yang terus bergerak dinamis, kehadiran dua tokoh perempuan tangguh menjadi sorotan penting pada forum strategis membahas masa depan pelayanan publik, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Mereka adalah Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor III Universitas Pattimura, dan Ibu Elly Toisuta, Wakil Wali Kota Ambon.

Dua figur pemimpin perempuan yang tampil bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai aktor nyata dalam perubahan.

Forum Reflektif – Strategis:  Titik Temu Akademisi dan Pemerintah

Pertemuan antara dua tokoh ini dalam sebuah forum publik menandai kuatnya sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah.

Forum tersebut membedah tantangan multidimensi Kota Ambon—dari pelayanan publik yang adil dan merata, kondisi sistem pendidikan, hingga akses kesehatan yang menyeluruh.

Dalam ruang ini, kebijakan tidak hanya dibahas dari atas meja, tetapi lahir dari suara hati masyarakat yang mereka dengarkan langsung dan wakili.

Nur Aida Kubangun: Suara Kampus, Suara Perubahan

Sebagai akademisi yang membidangi kemahasiswaan dan hubungan eksternal kampus, Dr. Nur Aida menyuarakan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa sebagai mitra strategis pembangunan.

Ia menggarisbawahi,  kampus bukan hanya tempat kuliah, melainkan kawah candradimuka bagi para pemimpin masa depan.

“Perguruan tinggi harus responsif terhadap tantangan sosial dan budaya di sekitar. Melalui riset dan pengabdian, kita bisa hadir menjawab kebutuhan masyarakat Ambon secara nyata,” ujarnya dalam sesi dialog.

Elly Toisuta: Pemerintahan  Inklusif dan Kolaboratif

Dari sisi pemerintah daerah, Ibu Elly Toisuta menekankan pentingnya pelayanan publik yang menyentuh semua kalangan, terutama kelompok rentan.

Toisuta menyampaikan capaian dan upaya Pemerintah Kota Ambon dalam memastikan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.

Lebih dari itu, Wawali Ambon mengajak semua pihak, termasuk akademisi dan mahasiswa, untuk bersama membangun kota Ambon Manise, dengan pendekatan kolaboratif dan partisipatif.

Kepemimpinan Humanis yang Menyentuh Hati

Keduanya menampilkan kepemimpinan dengan pendekatan humanis berbasis empati, rasionalitas, dan keterbukaan.

Terhadap dialog. Dr. Nur Aida dan Elly Toisuta menunjukkan  pemimpin perempuan bisa hadir dengan ketegasan sekaligus kelembutan.

Mereka tidak hanya berpikir strategis, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan emosional dari masyarakat yang mereka layani.

Inspirasi Bagi Generasi Muda, Terutama Perempuan

Pertemuan ini menjadi cermin bahwa perempuan memiliki ruang, kapasitas, dan pengaruh besar dalam pembangunan.

Bagi generasi muda, khususnya mahasiswi dan pelajar, kehadiran dua tokoh ini adalah bukti bahwa perempuan bisa memimpin dengan visi, integritas, dan keberanian.

Dalam dunia yang terus berubah, pemimpin seperti mereka adalah contoh nyata dari kepemimpinan yang tidak hanya profesional, tetapi juga penuh kepedulian.

Kolaborasi Antar Sektor : Kunci Kemajuan Ambon

Amidan Rumbouw, mahasiswa FISIP Universitas Pattimura, yang turut hadir dalam forum tersebut menyatakan.

“ Inilah wajah pembangunan yang kita harapkan berbasis kolaborasi, terbuka terhadap kritik, dan melibatkan semua elemen masyarakat, ” ujarnya.

Amidan menilai, pertemuan ini tidak hanya penting secara simbolik, tetapi strategis dalam membuka ruang sinergi antara dunia akademik dan birokrasi.

Kata dia, ketika dua srikandi dari jalur  berbeda, kampus dan pemerintahan bersatu dalam forum kebijakan, maka di sanalah harapan untuk perubahan nyata tumbuh.

” Forum ini bukan hanya pertemuan, melainkan pernyataan, kalau perubahan bisa dimulai dari keberanian untuk hadir, mendengar, dan bekerja bersama demi masa depan Ambon yang lebih baik, adil, dan beradab, ” Tegasnya.