Maluku Tenggara, Tualnews.com – Sebuah insiden tragis terjadi di perairan Pulau Wearhu, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Selasa (1/7/2025) siang, saat sebuah perahu longboat bermesin 15 PK yang membawa 12 orang—terdiri dari 7 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan 5 warga lokal—terbalik akibat dihantam ombak tinggi.
Kapolres Malra, AKBP Frans Duma, S.P dalam keterangan pers yang diterima redaksi Tualnews.com pukul 20.30 WIT, membenarkan peristiwa nahas tersebut.
“Benar, perahu yang mengangkut mahasiswa UGM yang sedang melaksanakan KKN di Ohoi Debut, Kecamatan Manyeu, tenggelam di perairan depan Pulau Wearhu pada pukul 13.30 WIT,” jelas Kapolres.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula pada pukul 11.00 WIT saat rombongan berangkat ke Pulau Wearhu untuk mengambil pasir guna keperluan pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Ohoi Debut.
Setelah pengambilan pasir pertama dan pengantaran sebagian muatan, perahu kembali ke Wearhu untuk muatan kedua.
Namun saat kembali membawa 16 karung pasir, perahu dihantam ombak setinggi 2,5 meter, sekitar 300 meter dari bibir pantai Wearhu, dan terbalik. Seluruh penumpang tercebur ke laut.
Salah satu mahasiswa yang selamat segera menghubungi rekan-rekannya di Ohoi Debut untuk meminta pertolongan.
Proses Evakuasi
Evakuasi dilakukan oleh warga yang dipimpin oleh Cornels Oskar Jamlean sekitar pukul 15.00 WIT.
Dari 12 penumpang, 11 berhasil dievakuasi. Sayangnya, satu mahasiswa UGM atas nama Septian Eka Rahmadi (21) dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.
Satu mahasiswa lainnya, Bagus Adi Prayogo (21), masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan dan warga setempat.
Kondisi Korban Selamat
Lima mahasiswa UGM lainnya dan lima warga Ohoi Debut dinyatakan selamat. Namun, tiga mahasiswa UGM kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit:
Muhammad Arva Sagara (21) dan Ridwan Rahadian (21) dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.
Afifudin Baliya (24) dirawat di RS Hati Kudus Langgur.
Pihak kepolisian dan Basarnas terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang, sembari mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem.