Penyerapan Dana KUR di BRI Cabang Langgur Seret, Hanya Terserap 20 Persen

Langgur,  Tualnews.com – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Langgur terbilang rendah.

Dari total plafon dana yang dikucurkan pemerintah pusat melalui BRI untuk Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dan Kota Tual, penyerapan hingga September 2025 baru menyentuh angka 20 persen.

Hal ini diungkapkan langsung  Pimpinan BRI Cabang Langgur, Agus, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/9).

Menurut Agus, program KUR BRI sejatinya dirancang untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat mengembangkan bisnis dengan bunga ringan hanya 6 persen per tahun, serta syarat yang relatif mudah.

Bahkan, untuk pinjaman hingga Rp100 juta, tidak diperlukan agunan.

“Persyaratan KUR tidak berat, cukup usaha sudah berjalan minimal enam bulan, lalu dilengkapi KTP, KK, NPWP, dan izin usaha. Pembayaran cicilan pun bisa lewat BRImo atau BRI Link tanpa harus ke kantor,” jelas Agus.

Sayangnya, masyarakat di Malra dan Kota Tual dinilai masih enggan memanfaatkan fasilitas tersebut.

Mereka justru lebih memilih pinjaman instan dengan bunga tinggi dan jaminan besar.

“Terus terang kami prihatin. Padahal dana KUR yang disiapkan jumlahnya puluhan miliar untuk masyarakat di dua daerah ini. Tapi baru 20 persen yang terserap,” ujarnya.

Agus menegaskan, pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi, baik melalui media sosial, brosur, iklan, hingga turun langsung menemui para pedagang dan UMKM. Namun minat masyarakat masih minim.

Ia pun mengajak pelaku usaha agar tidak ragu memanfaatkan fasilitas KUR dari BRI.

“Ini kesempatan besar bagi UMKM untuk memperluas usaha dengan bunga rendah. Jangan takut datang ke BRI terdekat, karena KUR memang untuk membantu masyarakat,” tegas Agus.