Ambon, Tualnews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku menyoroti pola distribusi minyak tanah di wilayah tersebut. Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, Nita Bin Umar, meminta PT Pertamina segera melakukan evaluasi agar penyaluran minyak tanah tidak hanya difokuskan pada kebutuhan rumah tangga.
Nita mengatakan, dalam praktiknya minyak tanah masih banyak digunakan oleh kapal dan motor perikanan. Kondisi ini dinilai berpengaruh terhadap ketersediaan stok minyak tanah bagi masyarakat.
“Kami sudah menggelar rapat bersama mitra Pertamina. Dalam rapat itu disampaikan bahwa distribusi minyak tanah diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Nita saat ditemui di ruang Komisi II DPRD Maluku, Selasa (10/02/2026).
Meski demikian, Komisi II DPRD Maluku menegaskan bahwa kebijakan tersebut perlu ditinjau kembali. Pasalnya, di lapangan minyak tanah juga dimanfaatkan oleh sektor perikanan, terutama kapal dan motor nelayan.
“Kami menegaskan agar stok minyak tanah tidak hanya diperuntukkan bagi rumah tangga. Ada kapal dan motor perikanan yang masih bergantung pada minyak tanah, dan ini tentu berdampak pada ketersediaan untuk masyarakat,” ujar dia.
Nita menilai, jika distribusi minyak tanah hanya difokuskan pada satu sektor tanpa mempertimbangkan kebutuhan lain, hal tersebut berpotensi menimbulkan pergeseran penggunaan yang dapat memicu persoalan baru.
Menurut dia, hingga saat ini langkah konkret dari Pertamina dalam mengatasi persoalan distribusi minyak tanah belum terlihat optimal, meski isu tersebut sudah lama menjadi perhatian DPRD Maluku.
Komisi II DPRD Maluku pun berharap Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh serta memperketat pengawasan distribusi minyak tanah, agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak menimbulkan risiko, termasuk dari sisi keselamatan.