NAMLEA, Tualnews.com – Situasi keamanan di kawasan tambang emas rakyat Gunung Botak, Kabupaten Buru Island, dilaporkan memanas.
Peredaran senjata tajam secara terbuka di area tambang membuat kawasan tersebut kini disebut berada dalam status “Siaga Satu.”
Berdasarkan laporan Wartawan Tualnews.com, Erwin Ollong langsung dari Kabupaten Buru, Senin ( 9 / 3 ), melaporkan kalau sejumlah oknum penambang terlihat membawa parang di area publik tambang.
Fenomena ini memicu rasa takut di kalangan penambang lain dan warga sekitar, karena berpotensi memicu bentrokan sewaktu-waktu di kawasan yang sejak lama dikenal rawan konflik tersebut.
Sejumlah sumber menyebutkan, kehadiran penambang yang membekali diri dengan senjata tajam telah menciptakan atmosfer intimidasi di lokasi tambang rakyat yang berada tidak jauh dari Namlea, ibu kota Kabupaten Buru.
Keamanan Dinilai Kian Rawan
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik terbuka antar kelompok penambang.
Apalagi, aktivitas tambang di Gunung Botak selama ini dikenal melibatkan ribuan penambang dari berbagai daerah.
Beberapa warga bahkan menilai situasi tersebut sudah mengarah pada kondisi darurat keamanan apabila tidak segera diatasi.
“Kalau senjata tajam dibiarkan beredar bebas di lokasi tambang, potensi bentrokan bisa terjadi kapan saja,” ujar salah satu sumber di Namlea yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Desakan Operasi Gabungan
Masyarakat setempat mendesak aparat keamanan melakukan operasi penyisiran cepat di kawasan tambang untuk menertibkan senjata tajam yang dibawa para penambang.
” Kami harap aparat TNI–Polri segera mengambil langkah tegas guna mensterilisasi area tambang dari segala bentuk senjata berbahaya sebelum konflik benar-benar pecah, ” Harap warga.
Kata warga, tanpa penertiban yang cepat dan terukur, ketegangan yang saat ini terasa di kawasan Gunung Botak dikhawatirkan dapat berubah menjadi bentrokan terbuka yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Situasi di Gunung Botak sekarang seperti bara dalam sekam. Kalau tidak segera ditangani, bisa meledak kapan saja,” kata sumber tersebut.
Penulis : ERWIN B OLLONG