Deregulasi Besar Kemenpora, 191 Permenpora Dipangkas Jadi 4: Pemerintah Kejar Efektivitas Pembinaan Atlet

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Kantor Sekretariat Kabinet, Senin siang, 20 April 2026. ( foto- Seskab)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Kantor Sekretariat Kabinet, Senin siang, 20 April 2026. ( foto- Seskab)

JAKARTA, Tualnews.com  Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Kantor Sekretariat Kabinet, Senin siang, 20 April 2026.

Pertemuan tersebut membahas capaian program jangka panjang Kementerian Pemuda dan Olahraga, termasuk evaluasi prestasi pasca SEA Games 2026 dan ASEAN Para Games 2026.

Dalam pertemuan itu, Menpora melaporkan keberhasilan program deregulasi besar-besaran di tubuh Kemenpora.

Sebanyak 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga disederhanakan menjadi hanya 4 regulasi melalui metode omnibus.

Selain itu, kata Menpora, sekitar 60 persen ketentuan turut dipangkas, dari 1.500 pasal menjadi sekitar 600 pasal.

Langkah deregulasi tersebut dinilai sebagai upaya menyederhanakan birokrasi yang selama ini dinilai berbelit dan tumpang tindih.

Penyederhanaan regulasi diharapkan mampu mempercepat proses pembinaan atlet, memperlancar pelaksanaan program, serta mendorong penguatan industri olahraga nasional.

Seskab menegaskan kebijakan deregulasi merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong reformasi birokrasi.

” Pemerintah ingin memastikan regulasi tidak lagi menjadi hambatan, tetapi justru menjadi instrumen untuk mempercepat kinerja kementerian dan lembaga, ” Tegas Seskab.

Menurutnya, deregulasi harus berdampak langsung terhadap peningkatan efektivitas program Kemenpora, mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan prestasi di level internasional, hingga pengembangan industri olahraga nasional yang lebih kompetitif.

Pemerintah berharap penyederhanaan aturan tersebut dapat mendorong pelayanan publik yang lebih cepat dan efisien.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan memperkuat ekosistem olahraga nasional, termasuk pengembangan liga profesional, penyelenggaraan event olahraga, serta peningkatan investasi di sektor industri olahraga.

Dengan pemangkasan regulasi yang signifikan ini, Kemenpora dituntut mampu menunjukkan kinerja yang lebih optimal, sekaligus membuktikan bahwa deregulasi benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi olahraga Indonesia.

Sumber: Seskab