MALUKU TENGGARA, Tualnews.com- Aparat Reserse Kriminal bergerak cepat mengamankan dua terduga pelaku pembunuhan terhadap Drs. Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Minggu (19/4/2026).
Kedua pelaku diamankan beberapa jam setelah insiden penikaman yang terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIT.
Berdasarkan kronologis awal dari Polres Maluku Tenggara yang diterima, Tualnews.com, Minggu 19 April 2026, dua terduga pelaku lebih dahulu tiba di Bandara Karel Sadsuitubun dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Bison berwarna hitam.
Keduanya kemudian menunggu kedatangan korban Nus Kei, yang baru tiba menggunakan pesawat.
Saat korban Nus Kei, berjalan keluar dari ruang kedatangan, kedua pelaku yang telah menunggu langsung mendekat dan melakukan penikaman secara berulang kali.
Setelah korban Nus Kei tersungkur, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Polisi menyebut senjata yang digunakan berupa pisau yang masing-masing dipegang oleh pelaku dan dibuang di sekitar lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Drs. Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, lahir di Tutrean, 15 Januari 1996, beragama Katolik, dan berasal dari Desa Tutrean.
Sementara itu, dua terduga pelaku yang telah diamankan yakni:
HR alias Hendra, lahir di Watran, 6 September 1997, asal Ohoi Holat Atas, dan FU alias Finis, lahir di Holat, 24 Maret 1990, asal Ohoi Holat Atas.
Dari hasil pemeriksaan awal, motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi dendam lama.
Kedua pelaku menuding korban sebagai otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Holat, yang terjadi pada tahun 2020 di kawasan samping Apartemen Metro Galaxy, Kalimalang, Bekasi.
Polisi masih melakukan pendalaman terkait keterlibatan pihak lain, termasuk kemungkinan adanya perencanaan matang sebelum aksi penyerangan di bandara.
Sementara itu, situasi keamanan di wilayah Maluku Tenggara dilaporkan dalam pemantauan aparat guna mengantisipasi potensi konflik lanjutan.