Ternate, Tualnews.com — Modernisasi UMKM sering kali tersendat bukan karena minimnya produk, melainkan keterbatasan desain, pemasaran, dan akses teknologi.
Di Ternate, dua pelaku usaha membuktikan perubahan bisa dimulai dari layar laptop dan keberanian mencoba.
Melalui pelatihan AI dalam rangkaian Pekan Inovasi AI, pelaku UMKM mulai mengubah tradisi menjadi kekuatan kompetitif.
Dari Dapur Sederhana ke Kemasan Modern
Di dapur rumah keluarga, usaha Kerupuk & Peyek Takoma yang berjalan sejak 1998 akhirnya memasuki babak baru.
Pemiliknya, Alfitrah (23), memanfaatkan Microsoft Designer setelah mengikuti kelas AILeap Nusantara.

Hasilnya, logo dan kemasan yang selama puluhan tahun stagnan mulai berubah menjadi lebih modern dan kompetitif.
Usaha keluarganya memproduksi sekitar 100 kemasan per hari, mulai dari kerupuk kelompong, rambak, hingga udang, yang selama ini hanya beredar di pasar tradisional.
Ketakutan kehilangan pelanggan lama membuat inovasi nyaris tak tersentuh.
AI mengubah situasi itu.
Dengan bantuan Microsoft Copilot, Alfitrah mengeksplorasi ide baru, termasuk kerupuk berbahan limbah tulang ikan sebagai produk bernilai tambah dan berkelanjutan.
Ia juga merancang kemasan paper bag kedap udara untuk memperpanjang daya simpan.
Visualnya kemudian dipoles menggunakan Microsoft Designer, lengkap dengan identitas ikan yang memperkuat karakter produk.
Pendekatan berbasis AI ini dinilai sebagai salah satu praktik terbaik dalam pelatihan yang dipandu oleh Muhammad Ghifary dari Fokus Target Solusi.
Konsistensi antara ide, desain, dan strategi pemasaran membuat usaha Takoma mulai bersiap masuk fase uji coba modernisasi pada Juni mendatang.
“Banyak UMKM di Ternate punya produk bagus, tapi lemah di branding. AI membuat kami bisa berkembang tanpa biaya besar,” kata Alfitrah.
Dari Hutan ke Pasar Global, dalam Rilis Pers yang diterima Tualnews.com, Rabu 15 April 2026.
Perubahan serupa terjadi di Pulau Hiri. Junaidi Dahlan, bendahara Kelompok Tani Hutan Buku Manyeku, mengelola penyulingan minyak cengkeh sejak 2019.
Produk mereka memiliki nilai tinggi, namun terkendala identitas merek dan pemasaran.
Pelatihan AI membuka perspektif baru. Junaidi mulai merancang label, narasi produk, hingga konsep website untuk memperluas pasar.
Ia juga menyiapkan panduan penggunaan AI bagi anggota kelompok dari menulis caption hingga membuat konten media sosial.
Langkah kecil ini berpotensi besar. Cengkeh Maluku bukan komoditas biasa; permintaan global untuk minyak cengkeh terus meningkat, menjadikannya peluang ekspor bernilai tinggi.
Tanpa branding yang kuat, peluang tersebut sulit dimanfaatkan.
AI untuk UMKM Daerah: Bukan Sekadar Tren
Program ini merupakan kolaborasi Microsoft Elevate bersama Fokus Target Solusi, Biji-Biji Initiative, dan Alkademi.
Pelatihan mencakup branding, repackaging, konten visual, hingga video promosi berbasis AI.
Menurut Sherly Tjoanda, pelatihan ini menjadi langkah strategis meningkatkan produktivitas daerah.
Sementara Arief Suseno menilai akses keterampilan AI dapat memperkuat daya saing UMKM tanpa harus menunggu modal besar.
Perubahan Dimulai dari Keberanian
Alfitrah dan Junaidi berasal dari sektor berbeda, kerupuk rumahan dan minyak cengkeh hutan, namun keduanya bertemu pada satu titik: teknologi sebagai akselerator.
AI bukan menggantikan tradisi, melainkan memperkuatnya.
Dari dapur sederhana hingga penyulingan di pulau terpencil, UMKM Ternate mulai bergerak.
Bukan dengan investasi besar, melainkan dengan keberanian mencoba dan satu alat baru bernama AI.