Anos Yeremias: KM Sabuk Nusantara Penting bagi Masyarakat Pulau Kecil

AMBON, Tualnews.com — Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, menyoroti pentingnya keberadaan kapal perintis seperti KM Sabuk Nusantara bagi masyarakat di pulau-pulau kecil di Maluku.

Menurut Anos, kapal perintis tidak sekadar menjadi sarana transportasi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga konektivitas antarpulau serta mendukung aktivitas masyarakat di wilayah kepulauan.

“Untuk masyarakat di pulau-pulau kecil, kapal perintis adalah bagian penting dari kehidupan mereka. Karena itu, keberadaannya harus mendapat perhatian,” kata Anos di Ambon, Selasa (11/8/2026).

Ia meminta setiap keputusan yang berkaitan dengan operasional kapal dilakukan berdasarkan aturan yang jelas, termasuk terkait kewenangan dan alasan pengambilan keputusan.

“Kalau kapal memang tidak memenuhi standar keselamatan, jangan berangkat. Kalau ada persoalan teknis, selesaikan. Kalau ada pelanggaran, tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Namun, Anos mengingatkan agar persoalan koordinasi maupun perbedaan kewenangan antarinstansi tidak sampai berdampak pada masyarakat pengguna jasa transportasi laut.

“Kita tidak menolak pengaturan. Yang kita dorong adalah pengaturan yang benar, proporsional dan tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan keberhasilan tata kelola pelabuhan tidak cukup hanya dilihat dari kemampuan mengatur lalu lintas kapal.

Menurut Anos, keselamatan, ketertiban, kepastian pelayanan dan manfaat yang diterima masyarakat juga harus menjadi ukuran dalam pengelolaan transportasi laut.

“Maluku membutuhkan keselamatan, tetapi juga membutuhkan kepastian pelayanan,” katanya.

Anos berharap kebijakan transportasi laut di Maluku mempertimbangkan karakter daerah sebagai provinsi kepulauan. Hal itu penting karena sebagian masyarakat Maluku masih sangat bergantung pada transportasi laut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kewenangan harus dihormati, tetapi kepentingan rakyat juga harus dijaga. Maluku adalah provinsi kepulauan, sehingga kebijakan transportasi laut harus memahami realitas kehidupan masyarakat kepulauan,” pungkas Anos.