Tim Gugus Malra & Kota Tual Bikin Badut, Enam Hari Pasien Covid-19 Terlantar

Tual News – Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, Propinsi Maluku, dituding menerapkan manajemen badut, terbukti sudah enam hari satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Kabupaten Malra dibiarkan terlantar dan dirawat dirumah kediamanya di Kota Tual, sejak senin ( 13/07/2020 ).

Tudingan ini disampaikan salah satu Tokoh Masyarakat Kota Tual, Frans Putnarubun kepada tualnews.com, Sabtu ( 18/07/2020 ).

“ Perlu saya sampaikan bahwa ada gerakan badut yang dibuat Tim Covid Kota Tual maupun Malra. Saya membayangkan pernah ditegur seorang medis, dengan gerakan tangan, katanya seorang Dokter yang masuk – keluar ruangan, sangat disesalkan kalau seorang Dokter sudah seperti itu, maka harus diamankan pada satu ruangan terisolir, jangan berada dikerumunan warga “ Kesalnya.

Sudah Tiga Hari, Satu Pasien Corona Masih Berkeliaraan di Pulau Kei ?

Putnarubun menyesalkan sikap Tim Covid Malra dan Kota Tual yang menelantarkan pasien terkonfirmasi dirawat dirumah, padahal yang bersangkutan bekerja di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.

“ Kalau dia pegawai disitu, maka wajib harus diamankan, bukan dibiarkan terlantar, dengan saling lempar tanggungjawab “ Sorotnya.

Keberadaan Satu Pasien Positif Covid-19 Nuhu Evav Masih Dicari

Kata Frans Putnarubun yang juga Ketua RT 002/RW 002, Kelurahan Lodar El, Kota Tual, Negara menjamin hak hidup masyarakat, olehnya itu Tim Covid-19 Kabupaten Malra dan Kota Tual tidak bisa saling melempar tanggungjawab terkait domisili tempat tinggal pasien yang harus mendapat perawatan.

“ Harus ada koordinasi secara baik, sebab Negara berupaya untuk menjamin keselamatan rakyat Indonesia. Jadi pasien terkonfirmasi di Kabupaten Malra dan tugas di RSUD Karel Sadsuitubun harus dirawat dan diisolasi disitu, jangan lempar lagi tanggungjawab karena tempat tinggal pasien di Kota Tual “ Sinisnya.

15 ASN Pemkab Malra Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kata Putnarubun, tindakan Tim Covid-19 Malra dan Kota Tual yang saling lempar tanggungjawab dalam penanganan pasien corona, akhirnya membingungkan masyarakat.

“ Kalau manajeman badut seperti ini yang diterapkan Tim Covid-19, maka saya akan buat perlawanan, sebab ini satu proses pembiaran yang akan menyengsarakan masyarakat. Jangan sampai saya bawah keberatan ini ke meja pengadilan  “ Ancamnya.

Pasien Positif Covid-19 Kota Tual Bertambah Jadi 14 Orang

Putnarubun mensinyalir ini sebuah kejahatan manajeman yang sedang dimainkan Tim Covid-19 Kabupaten Malra dan Kota Tual, karena tidak memutus rantai penyebaran wabah corona di Nuhu Evav.

Juru Bicara Tim Covid-19 Kota Tual, Muchsin Ohoiuf ketika dikonfirmasi via telpon selulernya, mengaku sesuai hasil rapat koordinasi Tim Gugus Tugas Kota Tual dan Kabupaten Malra, Jumat ( 17/07/2020 ) di Aula Kantor Walikota Tual, sudah ada kesepatakan bersama kalau pasien terkonfirmasi yang ada di Malra menjadi tanggungjawab Pemkab Malra, sementara pasien terkonfirmasi yang ada di Kota Tual menjadi tanggungjawap Pemkot Tual.

“ jadi rapat koordinasi kemarin sudah ada penegasan disitu, karena hadir juga Dinkes Malra dan BPBD,  kalau pasien ASN yang berdinas di Malra, tapi berdomisili di Kota Tual menjadi tanggungjawab Tim Covid-19 Kabupaten Malra, begitupun sebaliknya “ Tegas Jubir Covid-19 Kota Tual.

Ohoiuf menyesalkan hal ini, karena oknum pasien Pegawai RSUD Karel Sadsuitubun Langgur yang terkonfirmasi, selama pengambilan rapid test dan hasil sweb dilaksanakan di Malra, namun setelah hasil terkonfirmasi positif Covid-19 turun dari Dinkes Maluku baru melempar tanggungjawab itu ke Tim Covid-19 Kota Tual.

“ Jadi yang jelas Tim Covid Malra melalui Dinkes sudah menyurati Dinkes Maluku, tembusanya di Pemkot Tual, melalui surat Nomor ; 443/08/2020, tentang penyampaian domisili pasien positif Covid-19. Surat itu ditujuhkan kepada Kadis Kesehatan Propinsi Maluku, kami dapat tembusan, yang minta pemindahan empat pasien terkonfirmasi Kabupaten Malra, domisili Kota Tual agar dikembalikan ke Kota Tual, namun tidak seperti begini, harusnya lebih awal koordinasi bersama  antara Koordinator Tim Gugus Tugas kedua daerah “ Ungkap Kabag Humas Pemkot Tual.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tualnews.com, salah satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berinsial JR ( perempuan ), yang adalah Pegawai RSUD Karel Sadsuitubun Langgur diterlantarkan, sehingga harus dirawat dirumah kediamanya di Kota Tual sudah enam hari.

Pihak keluarga pasien sudah bekerja keras dan terus berkoordinasi dengan Tim Covid-19 Kabupaten Malra maupun Kota Tual, agar pasien terkonfirmasi ini diisolasi di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur atau Rumah Sakit Darurat Hotel Anugerah Kota Tual, namun tidak memperoleh kepastian.

“ Kami keluarga bersabar dan tetap menunggu, namun hingga saat ini tim medis tak kunjung datang menjemput saudari, sehingga dengan insiatif, kami keluarga pergi menemui tim medis Kota Tual di Hotel Anugerah untuk berkoordinasi, biar saudara kami dapat dijemput  agar  dirawat,  namun kami hanya diberikan “harapan palsu,” ujar RR, seperti dikutip dari media evavnews.

Atas kejadian ini  sudah tercatat, dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 Kabupaten Maluku Tenggara, dibiarkan terlantar, buktinya satu pasien perempuan berinsial SM asal Jawa Timur masih berkeliaran dan belum ditemukan Tim Gugus Tugas, pasca ditetapkan terkonfirmasi sejak Senin ( 13/07/2020 ), termasuk pasien perempuan JR, pegawai RSUD Karel Sadsuitubun Langgur yang dibiarkan terlantar dirumah kediamanya di Kota Tual.

Kadis Kesehatan Malra  : Ada Mis Komunikasi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, dr. Ketty Notanubun, M.Kes ketika dikonfirmasi tualnews.com, Sabtu ( 18/07/2020 ) via telpon selulernya mengaku pihaknya sedang berkoordinasi agar pasien terkonfirmasi JR dibawah ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk diisolasi.

“ Ini hanya mis komunikasi, jadi pasein yang terkonfirmasi itu, benar penduduk Kabupaten Malra, namun domisili tempat tinggal di Kota Tual, kemarin kami sudah surati Dinkes Maluku terkait ini, demi kepentingan contak tracing “ Jelasnya.

Notanubun membenarkan, pasien terkonfirmasi  JR adalah pegawai RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, namun demi kepentingan traking pasien maka harus dikembalikan ke Kota Tual.

“ Saya sudah hubungi Kepala RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, kalau pasien JR dari pada ditolak di Kota Tual, maka kami bawah kembali untuk diisolasi di Malra, karena memang benar yang bersangkutan sesuai KTP penduduk Kabupaten  Malra asal Kei Besar, tapi domisili Kota Tual “ Tandasnya.

Menyoal tentang keberadaan salah satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berinsial SM ( Perempuan ) asal Jawa Timur, yang masih berkeliaraan di Malra dan Kota Tual hingga saat ini, Kadis Kesehatan mengaku foto pasien itu sudah dipegang intel Kodim 1503 Tual dan masih dicari keberadaanya.

“ Benar, sampai hari ini satu pasien perempuan terkonfirmasi masih dicari pihak intelejen Kodim 1503 Tual dan belum ditemukan “ Jelas dr. Ketty Notanubun.

Kadis Kesehatan Malra minta kesaradan warga masyarakat akan hal ini, karena pasien terpapar Covid-19 harus diisolasi dan mendapat perawatan medis.

“ Saya minta kesadaran masyarakat akan hal ini, buktinya para pasien yang terkonfirmasi selama menjalani perawatan medis di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, kondisinya sehat dan baik. Jadi bagi pasien yang masih dicari pihak intelejen harus menyerahkan diri “ Pintahnya. ( TN )