Walikota Tual : Kota Tual Tak Masuk Program Pegawai Honorer Diangkat PNS

Wakil Ketua DPRD Kota Tual menyerahkan SK DPRD Kota Tual tentang penetapan rekomendasi DPRD Kota Tual terhadap tenaga honorer Pemkot Tual kepada Asisten II Walikota Tual, Jamal Rahareng, Kamis ( 30/07/2020 )

Tual News – Walikota Tual, Adam Rahayaan, S.A.g menegaskan, Kota Tual tidak termasuk dalam program K2 atau pegawai honor yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil ( PNS ).

Penegasan ini disampaikan Walikota Tual dalam sambutanya pada Rapat Paripurna DPRD Kota Tual, tentang penetapan rekomendasi DPRD Kota Tual terhadap tenaga honorer Pemkot Tual, yang dibacakan Asisten II Walikota Tual, Jamal Rahareng, di Kantor DPRD Kota Tual, 30 Juli 2020.

“ Kota Tual tidak masuk dalam program K2, karena diperuntuhkan bagi mereka yang telah mengabdi sejak tahun 2005. Sedangkan Kota Tual baru dimekarkan tahun 2007, jadi jika ada yang bertanya dan membandingkan daerah lain  yang pemekaran ditahun yang sama dengan Kota Tual, tapi mendapatkan jatah PNS dari hasil K2 ?, hal itu disebabkan karena daerah induk membagi atau mentransfer jatahnya kepada daerah lain dimekarkan, artinya bukan otomatis hasil usulan dari daerah yang dimekarkan “ Ungkapnya.

Letsoin Protes Anggota DPRD Tual Baca Hasil Pansus Honorer di Sidang Paripurna

Dikatakan istilah pegawai honorer saat ini dikenal dengan nama Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ), sebab bersama PNS dihimpun dalam sebuah korps yang disebut Aparatur Sipil Negara ( ASN ).

“ P3K diangkat oleh Pejabat yang berwenang yakni Pejabat Pembina Kepegawaian yang memenuhi syarat tertentu dan diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu, dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan serta direkrut berdasarkan kebutuhan beban kerja dan analisa jabatan “ Jelas Rahareng yang membacakan sambutan Walikota Tual.

Pansus DPRD Kota Tual Temukan Upah Pegawai Honorer Bervariasi

Walikota Tual mengaku, Pemkot Tual di tahun 2020, tidak dapat melakukan rekrutmen tenaga P3K tambahan, sebab kondisi keuangan saat ini terkonsentrasi bagi penanganan Covid-19 untuk refocusing atau pergeseran anggaran.

Puluhan Guru Honorer Malra Merana, Datangi DPRD Berjuang Nasib

“ Kondisi refocusing ini, maka sudah tentu pembiayaan atau belanja lainpun otomatis terpangkas karena mengalami pergeseran, apalagi rekrutmen tenaga P3K tambahan ditahun ini, sudah besar kemungkinan tak dapat lagi direkrut “ Jelasnya.

( TN )