Aneh, Stok BBM Pertamina Tual Cukup Layani Rakyat Tapi Masih Bocor ?

Tual News – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak ( BBM ) yang terjadi di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, di Propinsi Maluku selama beberapah bulan terakhir ini, tentu menjadi tanda tanya masyarakat, pasalnya sesuai data dan fakta yang diterima tualnews.com, dari sumber PT. Pertamina Cabang Tual, menyebutkan  kalau ketersediaan BBM subsidi untuk Kota Tual dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik kebutuhan rumah tangga, usaha mikro, pertanian, perikanan dan transportasi, lalu dimana kebocoran BBM Kota Tual selama ini ?, hanya Tuhan dan Leluhur Evav yang ketahui kemana aliran BBM itu, sehingga membuat masyarakat menderita.

Danrem 151/Binaiya Pertama Kali Kunker di Nuhu Evav

Sesuai data terakhir dari SBM Terminal PT. Pertamina, per Juni 2020, alokai BBM subsidi untuk Kota Tual, yakni alokasi BBM minyak tanah / karosene sebesar 5.337, baru terealisasi 2.406 KL ( 45,8 % ). Sedangkan sisa stok minyak tanah 2.931 KL. Alokasi premium 3.589, realisasi 360 KL ( 15,05 % ) dan sisa stok 3.409 KL. BBM jenis Biosolar 4.548, realisasi 366 KL ( 8,05 % ), dengan sisa stok 4.182 KL. JBU Solar ( gasoli ), hanya tercantum realisasi 516 KL dan JBU Gasoline, terealisasi 2.310 KL.

Untuk masyarakat di Kota Tual, rata – rata pemakaian Minyak Tanah ( Mitan ) dalam sebulan 410 KL atau sebanyak 401.000 liter, sehingga dalam satu bulan rata – rata keluarga menghabiskan 15 liter Mitan x 17.727 Kepala Keluarga, maka menghabiskan Mitan kebutuhan rumah tangga sebanyak 265.901 liter.

BBM Langkah di Malra Komisi C Panggil Pertamina

Di Kota Tual ada delapan penyalur BBM Pertamina untuk melayani masyarakat, yakni untuk penyalur BBM jenis premium, solar, dexilite dan pertalite adalah SPBU PT. Ngalum Sarakor, yang beralamat di Ohoitel BTN Indah. Sedangkan  CV. Cinta Migas Mandiri di Desa Dullah Raya, dan CV. Cahaya Rahmat Pratama, di Jln. Yosudarso Kota Tual, khusus menyalurkan BBM jenis Pertalite dan Dexilite.

BBM dan Semen Langkah di Kota Tual dan Malra

Sementara lima perusahan yang menyalurkan BBM jenis Minyak Tanah ( Mitan ) adalah CV. Ulfa Mutia, CV. Surya Mitra Perkasa, CV. Akbar Jaya Malra dan CV.Sumber Karya di Langgur.

Hal ini kalau dikalkulasi untuk setiap APMS minyak tanah yang memiliki enam sampai tujuh pangkalan Mitan, maka ada 35 pangkalan Mitan di Kota Tual, dan sudah barang tentu banyak pengecer dan kios lebih banyak, maka kebutuhan minyak tanah masyarakat lebih mudah diperoleh.

Disperindag Ungkap Penyelundupan BBM Milik PLN Timika

Kepala PT. Pertamina Tual yang hendak dikonfirmasi tualnews.com, Kamis ( 03/9/2020 ), terkait kebocoran BBM yang terjadi di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara yang terjadi selama ini belum berhasil ditemui, pasalnya sesuai keterangan Security setempat kalau atasanya baru pulang dari luar daerah sehingga masih menjalani karantina mandiri Covid-19. ( TN )